Tingkatkan Keamanan Perbatasan RI-Malaysia, TNI Siapkan Pesawat Tempur Dan UAV

Pontianak – Komandan Pangkalan TNI-AU (Danlanud) Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo mengatakan, selalu siap untuk mempertahankan kemerdekaan RI dengan meningkatkan pengamanan di wilayah perbatasan negara.

“Memaknai HUR ke-72 RI ini, kami tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan negara kita. Hal ini juga selalu saya tekankan kepada setiap prajurit TNI AU yang ada di Lanud Supadio,” ujarnya di Pontianak, Kamis, 17/8/2017.

Marsma Minggit memaparkan, saat ini selain pesawat tempur, Lanud Supadio juga telah memiliki Skadron pesawat tanpa awak UAV yang membantu dan mengidentifikasi aspek keamanan di perbatasan.
Pesawat Tempur dan UAV TNI AU, saat latihan Angkasa Yudha 2016, di Natuna, Kepri (istimewa)
Pesawat Tempur dan UAV TNI AU, saat latihan Angkasa Yudha 2016, di Natuna, Kepri (istimewa)
“Karena Skadron ini tergolong baru di Lanud Supadio, ini akan kita berdayakan sehingga bisa bermanfaat bagi pertahanan di perbatasan,” tuturnya.

Sejaun ini, dalam menjaga pertahanan di Kalimantan Barat, khususnya wilayah perbatasan, Lanud Supadio sudah memiliki sejumlah Skadron, seperti Skadron tempur, Skadron pesawat tanpa awak, Batalion Paskhas dan Datasemen Pertahan Undara.

Selain itu, untuk meningkatkan keamanan wilayah, Lanud Supadio juga terus meningkatkan sejumlah pangkalan yang ada, seiring dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memaksimalkan pembangunan di wilayah perbatasan.

Danlanud Supadio berharap, agar sejumlah pangkalan di wilayah perbatasan terus ditingkatkan oleh Kementerian Pertahanan, seperti pada Pangkalan Udara TNI AU yang ada di Paloh, di sana nantinya akan dipusatkan sebagai pangkalan radar yang juga sedang dibangun.

“Ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah sangat komitmen dalam meningkatkan pembangunan dan keamanan diwilayah perbatasan kita,” ujarnya.

Marsma Minggit menambahkan, TNI AU berkomitmen mengembangkan Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebagai pangkalan udara di provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, Lanud Supadio memiliki posisi sangat strategis dalam upaya penegakan kedaulatan baik di darat, laut, maupun di udara. Posisi Lanud Supadio juga sangat dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, hanya berjarak 15 menit penerbangan saja.

Wilayah perbatasan seringkali menimbulkan kerawanan baik di bidang pelanggaran wilayah seperti pemindahan patok-patok perbatasan, penerbangan gelap, dan berbagai aktivitas ilegal lainnya.

Oleh karena itu TNI AU telah berkomitmen mengembangkan Lanud Supadio menjadi pangkalan operasi utama dengan penambahan alutsista dan fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung operasi. Dirilis Antara, 17/8/2017.