Militer Amerika Akan Tampilkan Jubah Tentara Super Hero Ala Iron Man

Beberapa departemen dari The Massachusetts Institute of Technology (MIT), The U.S Army Research, Development and Engineering Command dan departemen terkait lainnya bekerja sama mengembangkan super armor dalam kehidupan nyata, yakni TALOS atau Tactical Assault Light Operator Suit.

Kehebatan armor super ini terletak pada kostumnya yang sangat kokoh. Kostum ini juga mampu menahan tembakan peluru, agar  pasukan tidak terluka oleh berondongan tembakan lawan.  Selain itu, baju zirah itu juga dilengkapi dengan  lensa kamera 360 derajat untuk penglihatan pada malam hari.
Jubah Besi Tentara Amerika
Jubah Besi Tentara Amerika
Para super hero yang kita saksikan dalam film karya Marvel asal Amerika, banyak di antaranya itu memiliki seragam tempur atau armor. Baju zirah ini tidak hanya dapat melindungi mereka terhindar dari bahaya serangan jahat, tapi telah menjadi simbol mereka yang unik.

Sensor untuk mendeteksi cedera tubuh, jika tentara terluka juga terpasang pada baju perang ini. Kostum armor tersebut bisa secara otomatis menyediakan kalori, udara, oksigen, dan melepaskan busa untuk memulihkan luka.  Selain itu, fungsi lain yang dapat membantu menghentikan pendarahan personel yang terluka, TALOS saat ini masih dalam rancangan.

Alasan mengapa pengembangan jersey ini, karena terlalu banyak tentara Amerika tewas karena tembakan dan ledakan.  TALOS pakaian lapis baja ini akan meningkatkan tempur dan kelangsungan hidup tentara. Pakaian lapis baja diperkirakan pada 2018 akan mulai dengan pasukan dikirim ke penggunaan berisiko tinggi.

Ketika perang Afghanistan 2013 lalu, seorang personel tempur AS tewas saat mendobrak pintu dalam sebuah serangan. Sehingga AS memutuskan mengambil tindakan untuk mencegah tragedi terkait terulang kembali. Kemudian mereka menggunakan teknologi terbaru, mengembangkan kostum ajaib sejenis Iron Man. Baju perang ini diharapkan bisa lebih efektif dalam melindungi para pasukan di medan perang, terutama pasukan yang bertanggung jawab di garis depan.

Meskipun perlengkapan yang disebut “Tactical Assault Light Operator Suit, TALOS” ini, tidak seperti dalam tayangan film Hollywood yang berefek khusus bisa terbang atau menyusup ke bawah tanah. Tapi ia memiliki satu teknologi yang mumpuni : armor Liquid/cairan armor. Disebutkan baju zirah ini terbuat dari material liquid armor yang bisa berubah dari cair menjadi padat dalam waktu sepersekian detik tiap kali si pengguna mengaktifkan medan magnet atau aliran listrik.

Sejauh ini, TALOS telah diuji beberapa generasi. Pada Agustus 2018 mendatang secara resmi akan diproduksi kostum militer tahap pertama. Sementara itu, pihak militer mengatakan, TALOS tidak hanya dapat digunakan pada kostum, tapi juga bisa digunakan secara luas pada senjata ringan dan peralatan komunikasi. Kehadiran baju perang ini diprediksi bisa mengurangi kerugian saat perang terjadi.