Kapal Perang AS akan Kembali ke Laut Cina Selatan

Kapal perang Amerika Serikat berencana kembali berlayar ke Laut  Cina Selatan, setelah seorang komandan  militer  mengatakan,  mereka telah melakukan operasi sejenis di dunia ‘selama puluhan tahun’. Laksamana Harry Harris, berbicara di Beijing, mengatakan langkah seperti ini seharusnya tidak membuat terkejut siapapun.

Kapal perang USS Lassen dengan peluru kendali penghancur melanggar wilayah 12 mil laut yang dinyatakan Cina sebagai daerahnya di sekitar karang Subi dan Mischief di kepulauan Spratly.
USS Lassen
USS Lassen
Laksamana Harris dari Komando Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pidato di Peking University, “Kami telah melakukan operasi kebebasan navigasi di seluruh selama puluhan tahun, jadi tidak seorangpun perlu terkejut.”

“Militer kami akan terus terbang, berlayar dan beroperasi kapanpun dan dimanapun yang diizinkan hukum internasional. Laut Cina Selatan bukan -dan tidak akan- menjadi suatu pengecualian.”

Tetapi dia juga menambahkan operasi, yang dia gambarkan sebagai kegiatan ‘rutin’, seharusnya “jangan pernah ditafsirkan sebagai ancaman bagi bangsa manapun”.

Pernyataannya dikeluarkan satu hari setelah wakil penasehat keamanan nasional AS, Ben Rhodes, mengatakan jaminan kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan adalah untuk kepentingan Amerika.
USS Lassen
USS Lassen
AS Sebut Pelayaran di Laut China Selatan Tak Langgar Hukum

Wakil penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Ben Rhodes mengatakan akan ada aksi yang lebih besar dari negaranya untuk kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan. Laut China Selatan saat ini merupakan daerah yang sedang disengketakan.

“Kami menjunjung tinggi tentang prinsip kebebasan dalam navigasi. Kami akan menegakan itu,” ujar Ben Rhodes seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Selasa (3/11/2015).

Rhodes mengungkapkan hal ini setelah kapal dengan rudal perusak milik AS berlayar dekat salah satu pulau buatan di Beijing di kawasan Laut China Selatan akhir pekan lalu. Kapal tersebut mengambil posisi sekitar 12 mil laut.

China mengklaim, gugusan pulau ini milik mereka, namun ditentang oleh AS dan beberapa negara di kawasan. China juga mengklaim perputaran perdagangan dunia dengan total lebih dari USD 5 triliun melewati jalur tersebut setiap tahun.

Walaupun jalur tersebut juga merupakan jalur perdagangan bagi Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Taiwan. Rhodes menambahkan, USS Lassen hanya melakukan kegiatan rutin dan kesemuanya “sudah sesuai dengan hukum internasional”.

0 Comment "Kapal Perang AS akan Kembali ke Laut Cina Selatan"

Posting Komentar