K-Class, Kapal Selam Inggris Yang Penuh Tragedi

Seperti perkembangan pesawat tempur yang sangat cepat, kekuatan kapal selam-pun berkembang dengan cepat pada awal abad ke-20. Tapi bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris, hal ini menimbulkan dilema dan kelak akan berakhir tragis.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris memulai pengembangan kapal perang revolusioner baru yang berkecepatan tinggi bersaing dengan pengembangan persenjataan serang jarak jauh.
K-Class
K-Class
Battlecruiser dan kapal perang yang baru diluncurkan dari galangan kapal Inggris memiliki kecepatan di atas 21 knot. Jika kapal selam ingin meminkan peran yang sama, maka kapal selam juga harus memiliki kecepatan seperti itu. Kapal selam tercepat Inggris pada tahun 1912 hanya memiliki kecepatan 15 knot.

Pada tahun 1913 desainer Angkatan Laut Inggris Sir Eustace Tennyson d’Eyncourt mengajukan kepada Adm. Lord John “Jacky” Fisher konsep desain untuk kapal selam berkecepatan tinggi 20 knot. Diberi nama kapal selam K-class, dalam teori, kapal selam harus cukup cepat untuk menenggelamkan armada bawah laut musuh dan menyerang armada permukaan mereka dari belakang.

Untuk mencapai kecepatan tinggi, d’Eyncourt beralih ke mesin turbin uap, yang diklaim satu-satunya tenaga pembangkit listrik yang mampu melakukannya. Ya benar, sebuah kapal selam bertenaga uap.

Ketika Fisher melihat desain K-class ia sebenarnya sudah mengatakan “kesalahan paling fatal dengan menempatkan mesin uap di kapal selam”. Tapi selama perang tahun 1915, dihadapkan dengan kemampuan cepat untuk membangun kekuatan Laut Kerajaan Inggris, ia mengalah. Angkatan Laut Inggris menerima total 17 kapal selam K-class antara tahun 1916-1923.

Untuk mengakomodasi propulsi uap, K- class menggunakan mesin diesel tambahan dari mesin kapal perang perusak, K-class memiliki panjang 338 kaki dan berat 2.500 ton saat menyelam.

Sebuah kapal selam perusak yang berat dan besar dengan kecepatan 24 knot – kecepatan yang hanya bisa dikalahkan kapal selam nuklir tahun 1960-an. K-class juga dilengkapi persenjataan mematikan, delapan tabung torpedo 18 inci dan meriam 3 dan 4 inci.

Namun, K-class memerlukan waktu lebih dari empat menit atau lebih untuk menarik cerobong asap, menutup katup dan menyelam – cukup lama hingga rentan ditenggelamkan oleh kapal perang musuh.

Desain D’Eyncourt sebenarnya melanggar aturan utama teknik tekanan kapal selam, karena terlalu banyak lubang. Mesin uap yang bekerja di kapal selam menuntut banyak lubang berdiameter besar pada dinding tebal kapal selam. Jika gagal menutup dengan benar saat kapal selam menyelam, kapal bisa tenggelam … dan benar inilah awal dari bencana K-class.
K-Boat Launch
K-Boat Launch
Dalam salah satu insiden pertama yang memalukan dan tragis terjadi pada kapal selam K-3. Memulai tes menyelam pada Mei 1916 dan tanpa pemberitahuan apapun dari para awak, kapal selam selam langsung tenggelam ke dasar laut.
Meski hanya sedalam 240 kaki, buritan kapal selam terjebak akibat ombak yabg dihasikan baling-baling yang berputar.

Dan bencanapun terus berlanjut. Kapal selam K-2 terbakar, K-4 kandas di Walney Island, K-15 tenggelam pada uji penyelaman petamanya. Para awak kedua kapal selam yang juga tenggelam K-12 dan K-16, berhasil selamat. Salah satu kapten kapal selam menjelaskan di pengadilan militer bahwa kapal selamnya K-1, kandas karena “pengkhianat perancang kapal selam.”
K55
K55
Kapal selam yang lain tidak lebih beruntung ketika pergi berperang. Pada bulan Juni 1917, Armada ke-12 termasuk kapal selam K-2 dan K-7 yang berpatroli di Selat Inggris berburu kapal selam U-Boat Jerman. K-7 keliru ditembak oleh kapal perang teman sendiri, dan ketika akhirnya mendapat tembakan torpedo dari U-boat Jerman walau tidak meledak. K-2 akhirnya hilang. Pada kejadian yang lain, selama operasi ofensif terhadap Denmark pada bulan November tahun 1917, kapal selam K-1 bertabrakan dengan K-4 saat bermanuver.

Akibat sering mengalami kejadian tragis, K-kelas mendapatkan reputasi menyeramkan. Pelaut yang bertugas didalam kapal selam K-class menamakan diri mereka ” club bunuh diri”.

Para awak K-6 tewas saat kapal selamnya gagal ke permukaan selama tes menyelam statis. K-5 hilang di laut pada bulan Januari tahun 1917, mungkin setelah menyelam terlalu dalam. Pada bulan yang sama, K-13 saat menyelam sedalam 50 kaki dilaut, tetapi bagian ruang mesin bocor dan tenggelam menewaskan 31 orang. Sebuah operasi penyelamatan yang gagal semakin memperparah tragedi itu.

Namun semua itu belum ada apanya dibanding tragedi besar di basis Angkatan Laut Inggris di Scapa Flow. Pada bulan Februari 1918, Armada ke-12 dan 13 Angkatan Laut Kerajaan Inggris termasuk juga kapal selam K-class berlayar berbaris panjang dari muara ke Forth (sungai di Skotlandia yang mengalir ke Laut Utara) dengan kecepatan 19 knot, sekelompok kapal penyapu ranjau melintasi jalan tanpa peringatan.

Di saat seluruh armada berlayar dalam kelompok, kapal selam K-14 megalami kemudi macet dan melintang di depan gugus armada, akibatnya kapal selam K-22 yang dibelakangnya menabrak K-14. Disaat kedua kapal selam bertabrakan sebuah battlecruiser lewat menabrak haluan K-22.

Kapal selam K-6 menabrak K-4. Awak K-17 yang berhasil meloloskan kapal selam dari tabrakan malah terpotong-potong oleh baling-baling kapal perusak yang melaju dengan kecepatan 21 knot.

Tragedi “Battle of May Island” terkenal dengan menewaskan 105 orang dan melumpuhkan atau menenggelamkan lima kapal selam.

Meskipun catatan yang mengerikan, Angkatan Laut Kerajaan Inggris tetap terjebak dengan program K-class setelah Perang Dunia I. Kapal selam ini terus mengacaukan dan mengalami tragedi, K-21 tenggelam pada tahun 1921 karena kegagalan katup penutup. K-22 tenggelam dengan saluran penutup yang tetap terbuka. Kapal selam terakhir yang dibangun, K-26, membunuh dua awaknya ketika mengalami kerusakan pada katup uap.

0 Comment "K-Class, Kapal Selam Inggris Yang Penuh Tragedi"

Posting Komentar