Indonesia dan Rusia Melakukan Pembicaraan Terkait BMP-3F

Berbagai diskusi diadakan di sela-sela ajang Indo Defence 2016 International Forum yang berlangsung di Jakarta. Acara yang berlangsung pada tanggal 2—5 November 2016 ini merupakan salah satu kegiatan industri pertahanan terbesar di Asia Tenggara dan dihadiri oleh lebih dari 25.000 delegasi yang mewakili lebih dari 750 perusahaan dari 55 negara. Stan Rusia diselenggarakan oleh Rosoboronexport, yang menampilkan lebih dari 200 unit peralatan militer.

“Pihak Rusia dan Indonesia sedang bekerja pada sebuah proyek untuk memasok batch ketiga kendaraan BMP-3F untuk angkatan laut Indonesia. Saat ini, Rosoboronexport dan perwakilan Indonesia sedang melakukan konsultasi tentang masalah ini,” ujar Goreslavsky kepada RIA Novosti.
BMP-3F
BMP-3F
Goreslavsky mengatakan bahwa Rosoboronexport telah membawa kendaraan sesungguhnya untuk ditampilkan dalam pameran, sebagai catatan bahwa eksportir secara aktif mempromosikan varian BMP-3 di pasar Asia-Pasifik.

“Kendaraan yang tak tertandingi di kelas mereka di pasar senjata internasional dalam hal karakteristik taktis dan teknis, kemampuan tempur mereka dan rasio efisiensi biaya. Oleh karena itu kami berharap angkatan laut Indonesia akan terus membeli BMP-3F,” kata Goreslavsky.

Batch pertama kendaraan BMP-3F dikirim oleh Rusia untuk Indonesia pada tahun 2010, setelah kedua negara menandatangani perjanjian kepada Rusia untuk memberikan pinjaman 1 miliar dolar AS selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Jakarta pada tahun 2007. Pada tahun 2013, Indonesia membeli tambahan 37 kendaraan senilai 114 juta dolar AS.

BMP-3F merupakan varian dari BMP-3 yang dirancang untuk operasi di laut dengan peningkatan daya apung dan stabilitas. Dilengkapi dengan baling-baling air jet, kendaraan itu mampu mencapai kecepatan lebih dari enam mil per detik di atas air dan dapat beroperasi hingga tujuh jam dalam operasi amfibi. (Sputnik News)

0 Comment "Indonesia dan Rusia Melakukan Pembicaraan Terkait BMP-3F"

Poskan Komentar