Jalan Perbatasan Indonesia – Malaysia, Bisa Didarati Pesawat Tempur

Jakarta – Indonesia terus berbenah dengan perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah. Salah satunya, upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang terus menggenjot percepatan pembangunan jalan di wilayah perbatasan Indonesia. Dengan tersambungnya jalan, diharapkan dapat mengurangi disparitas antara kota dengan daerah perbatasan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan Barat, yakni perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pembangunan jalan perbatasan, di ?Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sedikit berbeda dengan jalan raya perbatasan lainnya. Di wilayah ini akan ada titik di mana jalan perbatasan tersebut dibuat layaknya runway sebuah bandar udara.
Sukhoi TNI AU
Sukhoi TNI AU
“Di sana kita buat jalan yang lebar, karena diperintahkan ini jalan untuk bisa didarati pesawat-pesawat tempur ?dalam kondisi-kondisi tertentu,” ujar Basuki di Kantor Kepala Staf Presiden, seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (27/10/2016).

Jalan yang bisa difungsikan sebagai landasan pesawat ini akan dibuat dengan panjang 2-3 kilometer. Pembuatan jalan yang bisa digunakan sebagai sarana militer ini sesuai permintaan Kementerian Pertahanan.

Basuki menuturkan, jika jalan-jalan perbatasan standarnya memiliki total lebar 11 meter dengan lebar aspal 7 meter, maka jalan yang bisa didarati pesawat ini memiliki lebar layaknya landasan bandara perintis.

“Jadi kita cari ruas-ruas mana yang bisa dilebarkan, ini menyangkut faktor keamanan dan emergency,” tegas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (liputan6.com)

0 Comment "Jalan Perbatasan Indonesia – Malaysia, Bisa Didarati Pesawat Tempur"

Poskan Komentar