Indo Defence 2016: Peluang Gripen Mengambil Hati Rakyat Indonesia

Pameran Indo Defence (2-5 Nopember 2016) di Jakarta akan membuka kontes pengadaan pesawat tempur baru antara Saab Gripen, Eurofighter Typhoon dan Rosoboronexport Su-35 untuk program penggantian F-5 milik TNI-AU.

Awalnya banyak yang mengira bahwa telah tercapai deal untuk memilih Sukhoi Su-35 tapi ternyata pemerintah kembali membuka peluang bagi jet tempur lainya.

Su-35 sudah hampir deal, tetapi masalah harga dan transfer teknologi (ToT) serta permintaan untuk diproduksi lokal diyakini menjadi poin penghalang yang membuat Indonesia mengundang lagi dua pesaing lainnya untuk memberikan penawaran mereka.
Gripen
Gripen
Pemerintahan Presiden Jokowi telah membuat kebijakan untuk membeli alutsista hanya jika ada transfer teknologi dan produksi bersama.

Narasumber Rusia telah mengatakan kepada defenseworld.net pada Singapore Air Show awal tahun ini bahwa pesanan Indonesia sejumlah 8-12 pesawat itu terlalu kecil untuk produksi bersama dan ToT.

Di Indo Defence 2016, Saab sedang mempersiapkan boot yang akan diprediksi bakal jadi pusat perhatian selama pameran Indo Defence 2016. Saab akan memamerkan simulator kokpit pesawat Gripen yang super canggih pada pekan depan. Campaign director Saab Magnus Hagman mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada awal pekan ini bahwa simulator Gripen akan tampil di booth perusahaannya.

Magnus yang dikutip oleh surat kabar Jakarta Post mengklaim bahwa biaya operasional Gripen berjumlah hanya $ 4.700 per jam, yang 10 kali lebih murah daripada untuk Sukhoi SU-35.

Saab menawarkan Gripen dan setuju dirakit di Indonesia serta transfer teknologi bagi perusahaan perusahaan aeronautika Indonesia dalam mengintegrasikan pesawat tempur, yang diharapkan akan menjamin kompetensi anak bangsa dalam mendukung pembuatan jet tempur Indonesian Fighter Experiment (IF-X).

Indonesia sedang mengembangkan jet tempur sendiri dengan mendapatkan teknologi dan prototipe dari Korea Selatan tetapi tidak memiliki kompetensi dalam melaksanakan proyek besar seperti itu sendiri. Dalam hal inilah keahlian Saab bisa membantu pihak Jakarta.

Meskipun memiliki mesin pesawat tunggal dan merupakan pesawat yang terkecil dari tiga pesaing, jet tempur Gripen terintegrasi dengan rudal udara-ke-permukaan RBS 15 untuk sasaran darat dan laut, dan juga dilengkapi dengan radar AESA yang akan memberikan pukulan yang sama seperti pesawat tempur bermesin ganda.

Indonesia berencana membeli delapan jet tempur multirole superioritas udara Su-35 dari Rusia dan membahas transfer teknologi dari pihak Rusia, kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi seperti dikutip oleh Media Rusia pada bulan Juni. Bagian utama dari negosiasi telah selesai dan pembicaraan kini telah memasuki tahap akhir, yaitu pembahasan soal transfer teknologi dari Rusia ke Indonesia, kata Duta Besar Supriyadi.

Namun, kini nampaknya perkembangan terakhir proses akuisisi itu telah mendorong produsen lain untuk menawarkan produknya lagi. (defenseworld)

0 Comment "Indo Defence 2016: Peluang Gripen Mengambil Hati Rakyat Indonesia"

Poskan Komentar