Intersep, Tradisi yang Bisa Berujung Petaka

Pertemuan jarak dekat dan berbahaya antara asset Rusia dan Amerika di udara dan dilaut tidak hanya terjadi satu dua kali saja. Hal ini secara konstan dilakukan oleh kedua belah pihak. Sebuah tradisi yang bisa memicu petaka.

Insiden lain dalam beberapa bulan terakhir termasuk potensi tabrakan tempur Su-27 Rusia dan RC-135 di Laut Hitam pada 30 Mei. Dan pada tanggal 7 April, 2015, Su-27 terbang dalam jarak 20 kaki dari RC-135 di Laut Baltik.
Jet tempur Rusia VS Amerika
Jet tempur Rusia VS Amerika
Selain itu, Oktober lalu, dua Rusia bomber Tu-142 terbang rendah di dekat kapal induk USS Reagan saat berlayar di Laut Jepang di dekat semenanjung Korea. Dan pada 4 Juli 2015, dua pembom berkemampuan nuklir Tu-95 mendekat hingga jarak 40 mil dari pantai California dan melalui radio mengucapkan “happy birthday” kepada pilot Amerika Serikat yang mencegat. 4 Juli dikenal sebagai hari kemerdekaan Amerika.

Insiden 4 Juli terjadi pada hari yang sama ketika Presiden Obama mengadakan pembicaraan telepon dengan Putin.

Rusia juga telah mengirimkan pembom Tu-95 untuk mengelilingi pulau Pasifik Guam beberapa kali. Pulau ini merupakan pusat militer dan pusat poros militer AS ke Asia.

Tidak terhitung berapa kali pesawat NATO juga terbang bergegas untuk mencegat berbagai pesawat Rusia yang terbang di atas perairan internasonal. Terakhir, dua Eurofighter Typhoon menguntit pesawat Menteri Pertahanan Rusia yang terbang dikawal oleh Su-27 Rusia.

Pencegatan di udara bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Pesawat terbang pada kecepatan tinggi dan jarak dekat akan memunculkan berbagai risiko termasuk tabrakan seperti ketika sebuah pesawat China menabrak pesawat mata-mata Amerika saat melakukan intersep. Pilot China tewas sementara pesawat mata-mata AS terpaksa mendarat darurat di China dan ditahan beberapa hari. Insiden yang memunculkan ketegangan diplomatic.Jika hal ini terjadi antara Amerika dan Rusia, maka tradisi ini bisa berujung pada petaka.

0 Comment "Intersep, Tradisi yang Bisa Berujung Petaka"

Poskan Komentar