F-35 Mulai Dipersiapkan Hadapi Jet Tempur Rusia Dan China

Pesawat tempur generasi kelima F-35 mulai dipersiapkan untuk menghadapi pertempuran melawan Rusia dan China. Pesawat ini akan memulai latihan baik di udara terbuka atau komputer simulasi guna melawan teknologi pertahanan udara terbaru yang dibangun kedua negara yang selama ini memiliki hubungan tidak nyaman dengan Washington.

Latihan juga akan mempertimbangkan evolusi sistem pertahanan lawan masa depan. Pengujian ini bertujuan untuk mengatasi ancaman sistem pertahanan udara terbaru seperti sistem buatan Rusia dan juga fokus pada potensi ancaman yang akan datang.
F-35
F-35
Pejabat Angkatan Udara telah menjelaskan bahwa ketika program JFF dimulai pada 2001, ancaman sebagian besar Eropa sentris dengan Rusia membuat SA-10 atau SA-20-an. Sekarang senjata buatan Rusia dan China telah berubah.

“Mereka punya ini SAMS digital yang dapat mengubah frekuensi dan mereka sangat lincah dalam beroperasi. mampu meniru yang tidak mudah, ” kata Mayjen. Jeffrey Harrigian, Direktur Integrasi Office F-35 kepada Scout Warrior Rabu 27 April 2016.

Ancaman sistem pertahanan permukaan ke udara adalah hal yang paling sulit karena sistem tersebut saat ini dalam melihat dan mengancam pesawat ari jarak ratusan mil.

Selain itu di masa depan juga muncul Sistem Pertahanan Udara Terpadu yang menggunakan prosesor komputer lebih cepat, jaringan antar sistem lebih baik dan bisa mendeteksi pada berbagai frekuensi yang lebih luas. Atribut ini, ditambah dengan kemampuan untuk mendeteksi pesawat pada jarak jauh, membuat pertahanan udara semakin mampu dalam mendeteksi bahkan pesawat siluman dengan radar surveillance.

Untuk itu Angkatan Udara bertujuan untuk mempersiapkan kemampuan pesawat untuk menghadapi musuh potensial seperti Rusia dan China. Harrigian menjelaskan bahwa ada banyak kekhawatiran tentang bagaimana menghadapi musuh yang telah membeli teknologi pertahanan udara dari Rusia atau China, terlebih banyak negara yang juga telah membeli sistem pertahanan dari kedua negara tersebut.

Harrigian menjelaskan bahwa F-35 adalah rekayasa dengan arsitektur terbuka yang berarti dirancang untuk secara cepat mengintegrasikan senjata baru, perangkat lunak dan teknologi avionik saat ancaman baru muncul.

“Salah satu alasan utama kami membeli pesawat ini adalah karena ancaman terus berevolusi,  kita harus survivable di lingkungan ancaman yang terus berkembang di mana mereka dapat menahan akses kita ke tujuan yang hendak kita capai. Pesawat ini memberikan kita kemampuan untuk menembus, memberikan senjata dan kemudian berbagi informasi ke seluruh platfrom yang beroperasi, “jelas Harrigian.

Pelatihan untuk melawan ancaman ini menurut Harrigian akan dilakukan baik dalam latihan di udara terbuka dengan menguji F-35 dengan sistem pertahanan udara paling canggih. Di sinilah pemodelan dan simulasi ancaman memainkan peran penting dalam latihan tersebut.

Angkatan Udara berencana untuk mulai membawa representasi ancaman generasi dan senjata baru ke sekolah pelatihan senjata mulai tahun 2018. Dalam lingkungan simulasi, F-22 dari Langley AFB di Virginia bisa digunakan sebagai tandem latih untuk skenario pertempuran dengan F-35 di Nellis AFB, Nevada.

0 Comment "F-35 Mulai Dipersiapkan Hadapi Jet Tempur Rusia Dan China"

Poskan Komentar