Apache AH-64 E Guardian Datang, Su-34 Menyusul ?

Tahun 2016 ini, jika tidak ada aral melintang, Indonesia akan mendapatkan Helikopter Apache AH-64 E Guardian. Kelebihan dari Apache Guardian ini adalah memiliki kemampuan perang maritim dan bisa ditempatkan di kapal perang atau LPD.

Baling baling komposite Apache AH-64 E Guardian meningkatkan kecepatan jelajah, climb rate, dan kemampuan membawa beban. AH-64E dilengkapi new self-diagnostic abilities dan Link-16 data-links. Radar Longbow yang telah diupdate membuatnya bisa digunakan untuk naval strikes. Helikopter ini juga bisa mengusung radar AESA. Helikopter AH-64 E cocok untuk maritime operations.
Apache AH-64 E Guardian
Apache AH-64 E Guardian
Helikopter ini memiliki extended-range fuel tanks yang menyebabkan meningkatnya jarak tempuh dan endurance. AH-64E mmeiliki L-3 Communications MUM-TX datalink yang berkomunikasi melalui frekuensi C, D, L, dan Ku band, untuk transmit dan menerima data atau video dari semua UAV yang diterbangkan.

Menteri Pertahanan terdahulu, Purnomo Yusgiantoro, pernah menyatakan Helikopter Apache AH-64 E Guardian akan ditempatkan di Natuna, Kepulauan Riau yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.
Apache AH-64 E Guardian
Apache AH-64 E Guardian
Dengan adanya kemampuan Naval Attack dari Apache Guardian, maka LPD TNI AL akan menjadi sosok yang menakutkan bagi negara lain, meskipun saat ini pembelian helikopter Apache, tersebut ditujukan untuk TNI AD.

Jet tempur Su-27/30 dan 35 akan bertugas untuk menangani atau menetralisir ancaman dalam operasi jarak jauh. Sementara helikopter Apache Guardian menetralisir ancaman jarak menengah dan dekat.

Kini Indonesia sedang bekerjasama dengan Korea Selatan dan DCNS Prancis, dalam membuat kapal selam dan bekerja sama dengan Damen Belanda membuat kapal perang frigate.

Perpaduan di atas, akan menjadi alutsista yang maut, bagi negara yang sedang membangun poros maritim untuk menjaga sumber daya ke depan, yakni lautan dan isinya, yang jumlahnya 2/3 dari wilayah Indonesia.
Bomber SU-34
Bomber SU-34
Semua akan sempurna jika Indonesia melengkapinya dengan fighter bomber Su-34 yang memiliki spesialisasi naval / maritime strike, selain berkemampuan serang darat.

Indonesia telah memiliki Su-27, Su-30 dan kini membeli Su-35. Sementara visi TNI adalah pengembangan matra laut dan udara untuk mendorong konsep poros maritim Presiden Joko Widodo. Berbicara Poros maritim, maka diperlukan kemampuan Naval / Maritime Strike Su-34 diantara armada Sukhoi yang ada.

Helikopter Apache Guardian akan menjadi tukang gebuk di laut untuk jarak dekat, sementara jarak jauh, serahkan kepada Su-34 Fullback.

2 Comments

  1. Bgmn PT DI koq ndak buat sendiri, nanti kalau di embargo baru kaing2...soalnya as negara ndak benar

    BalasHapus

Thank you for your comments