Abu Sayyaf Eksekusi Tawanan Warga Negara Kanada

Jakarta – Kelompok Abu Sayyaf baru saja mengeksekusi seorang tawanan Warga Negara Kanada setelah masa tenggang pembayaran tebusan habis. Kelompok ekstrimis itu rupanya tidak main-main dengan ancaman yang disampaikan.

Di tengah eksekusi itu, saat ini ada 14 WNI yang menjadi sandera Abu Sayyaf. 10 di antaranya sudah sebulan ditawan mereka.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta koordinasi dengan otoritas Filipina ditingkatkan terkait 14 orang WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Wakil Presiden ingin memastikan kondisi WNI pasca eksekusi mati warga Kanada, John Ridsel oleh kelompok Abu Sayyaf karena permintaan uang tebusan tidak dipenuhi hingga tenggat waktu berakhir.
Abu Sayyaf
Abu Sayyaf
“Ya waspada jangan terjadi di Indonesia begitu,” ujar JK usai meresmikan peluncuran i-Otda Kemendagri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dengan kelompok yang dikenal sadis ini. Menko Polhukam Luhut Pandjaitan memastikan perusahaan yang memperkerjakan para WNI yang ditawan kelompok Abu Sayyaf akan membayar tebusan sebesar 50 juta peso atau Rp 15 miliar.

“Kita masih omong (masih negosiasi),” ujar Luhut, Senin (25/4).

Sebenarnya, untuk 10 sandera yang diculik lebih dulu, kelompok Abu Sayyaf memberikan tenggat waktu 8 April 2016. Namun, setelah masa tenggat lewat, belum ada kejelasan dari pihak perusahaan soal kapan akan membayar tebusan.

Pemerintah semakin dipusingkan dengan tambahan 4 WNI yang diculik kelompok ekstrimis di Filipina itu. Belum ada informasi pasti terkait keempat orang ABK Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. Informasi menyebutkan mereka disandera di wilayah Tawi-Tawi.

Indonesia dalam posisi sulit, tawaran bantuan militer yang ditawarkan ke Filipina ditolak. Padahal, TNI telah menyiapkan pasukan terbaiknya di Tarakan, Kalimantan Utara untuk pembebasan sandera. Tetapi, pengerahan pasukan ini hingga kini masih terkendala izin pemerintah Filipina.

Filipina sebenarnya tidak diam, mereka sempat mengerahkan pasukan militer untuk membebaskan sandera. Tetapi yang terjadi justru pasukan militer Filipina kalah telak dari kelompok Abu Sayyaf. 18 tentara Filipina malah tewas dalam operasi militer tersebut.

Setelah tanggal 8 April, belum ada lagi kabar sampai kapan kelompok Abu Sayyaf memberi waktu. Namun di beberapa kasus, para ekstrimis itu menyekap korbannya hingga berbulan-bulan dan kelompok ini terus menunggu uang tebusan. (detik.com)

0 Comment "Abu Sayyaf Eksekusi Tawanan Warga Negara Kanada"

Poskan Komentar