Inggris Terpaksa Menunda Masa Pensiun Typhoon Blok 1

Inggris memutuskan untuk tetap mempertahankan sebagian dari 53 pesawat tempur Typhoon tranche pertama untuk membantu meringankan merosotnya kemampuan Angkatan Udara Inggris hingga ke tingkat terendah selama tahun-tahun mendatang akibat dipensiunkannya pesawat tempur tua dan keterlambatan kedatangan pesawat tempur pengganti .

Berbicara di House of Commons pada tanggal 3 November, Wakil Sekretaris Pertahanan, Philip Dunne, menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) saat ini sedang meninjau keputusan sebelumnya yang ingin mempensiunkan 53 Typhoon blok 1 pada 2018.
Jet Super Typhoon
Jet Super Typhoon
Kementerian Pertahanan sedang mengkaji segala potensi yang ada saat ini, termasuk tetap mempertahankan sebagian kekuatan armada pesawat Typhoon blok 1, sebagai bagian dari Strategic Defence and Security Review.

Review dari kementerian Pertahanan datang sesudah muncul pengungkapan dari pemerintah pada Juli lalu bahwa kekuatan pesawat tempur garis depan Kerajaan Inggris jatuh ke ketitik terlemah menjelang pergantian dekade, dengan hampir bersamaan masa pension pesawat tempur Panavia Tornado GR 4 dan Eurofighter Typhoon blok 1 di tahun 2019.

Angkatan Udara Inggris (RAF) saat ini diperkuat dengan 192 pesawat tempur garis depan, yang terdiri dari 87 pesawat Tornado, 53 Typhoon blok 1, 52 Typhoon blok 2 dan Typhoon blok 3A (saat ini masih dalam pengiriman).

Meskipun 40 pesawat Typhoon blok 3A dan pesawat siluman F-35B dari Lockheed Martin akan segera berdatangan, namun dengan gabungan semua pesawa tempur baru dan pesawat tempur lama yang ada saat ini, Inggris hanya akan memiliki 127 jet tempur utama pada tahun 2019, angka terendah sejak RAF dibentuk lebih dari satu abad yang lalu. (Ihsjane)

0 Comment "Inggris Terpaksa Menunda Masa Pensiun Typhoon Blok 1"

Posting Komentar