Saturday, 18 May 2013

Pasukan Linud TNI Rebut Bandara Bima


Bandar udara Salahuddin, Bima dikuasai pasukan merah. Sebelumnya, mereka menguasai pelabuhan dan depo Pertamina.

Karena jumlahnya banyak, harus diatasi dengan jumlah banyak juga. Ini terjadi dalam skenario Latgab TNI 2013.

Untuk mengatasi pasukan merah, diterjunkan 421 pasukan penerjun Lintas Udara (Linud). Namun, sebelumnya, untuk melindungi para penerjun, wilayah itu "dibersihkan" dahulu.
Sebelumnya, ada kelompok depan yang diterjunkan diam-diam. 

Mereka bertugas mengumpulkan informasi, termasuk soal kekuatan personal dan persenjataan lawan.

Setelah informasi lengkap, tiga pesawat Super Tucano masing-masing membawa empat bom MK82 untuk membersihkan wilayah pendaratan pasukan terjun.
Pembersihan ini juga untuk menjatuhkan moril pasukan lawan. 

Dalam pemboman dan penerjuan ini, ada dua pesawat tempur Sukhoi yang dikerahkan untuk mengamankan udara.

Pembersihan ini dilakukan Jumat (17/5) lalu.

Direktur Latgab TNI Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar yang sedang meninjau Latgab mengatakan, penerjunan hari Jumat ditunda menjadi Sabtu (18/5) karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan.

Hari Sabtu (19/5), setelah penerjunan, pasukan Linud berjalan kaki menuju ke Bandara Salahudin. Mereka bertugas merebut kembali bandara.

Sumber : Kompas

No comments:

Post a Comment