Tuesday, 21 May 2013

2013, TNI AU Percepat Target Lengkapi Skadron Pesawat Tempur Sukhoi

Tahun 2013 ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan mengejar target dan mempercepat melengkapi skadron Pesawat Tempur Sukhoi. 

Dalam rangka pencapaian modernisasi peralatan Alutsista TNI Angkatan Udara akan mengejar target untuk melengkapi pesawat tempur jenis Sukhoi di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebanyak 16 Unit di Tahun 2013.

“Sesuai dengan perencanaan semestinya tahun 2014, akan tetapi khusus skadron 11 yang alutsistanya pesawat tempur Sukhoi kita akan dorong di tahun 2013 sudah lengkap. Jadi kesimpulan persiapan bahwa di dalam 2014 ini kita akan lengkap skadron 16 unit dan sudah mengudara semua, “ Ungkap Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddi, Kamis (18/5) saat meninjau Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dijelaskan Wamenhan, dengan datangnya 2 unit pesawat Sukhoi jenis MU SU-30 MK2 pada bulan Februari lalu, dan bulan april ini kedatangan 2 lagi sukhoi,saat ini TNI AU sudah memiliki 14 unit pesawat jet tempur Sukhoi tipe Su-27 SKM dan Su-30 MK2 buatan industri pesawat terbang Rusia, Konsomolsk-Na Amure Aircraft Production Associattion (KNAPO). 


Sisanya masih menunggu kedatangan 2 unit pesawat dari 6 unit yang terakhir di pesan oleh Indonesia dari Pabrikan Rusia. Diharapkan sisanya bisa kembali datang pada bulan Juni 2013, sehingga Skadron 11 ini sudah dilengkapi dengan 16 unit.

Wamenhan mengatakan, perjalanan moderanisasi Alutsista TNI AU sudah on the track, tinggal sekarang akan mengejar jadwalnya. Tentunya perencanaan ini harus didukung dengan administrasi keuangan dari negara. 


Kemhan memiliki tugas untuk menuntaskan sampai dengan perjalaann Kabinet Indonesia Bersatu selesai pada tahun 2014 maka organisasi peralatan militer juga harus selesai karena itu bagian dari pertanggungjawaban pemerintah.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan rencana kelengkapan unit pesawat di Skadron 11 ini juga harus sejalan dengan adanya dukungan konstruksi sistem yang bisa mengcover seluruh pesawat. Selain itu juga dengan adanya keperluan fasilitas mesin simulator untuk bisa melatih efisiensi dan juga bisa melatih tekhnis non taktis dari para pilot penerbang tempur. Sehingga nantinya tidak perlu lagi mengirimkan pilot penerbang tempur kita keluar negeri untuk melatih skill tekhnis mereka.

“Alat simulator itu harus ada dipangkalan ini, itu akan kita jadikan paket bahwa kita punya 1 skadron harus ada simulator agar bisa mengimbangi latihan penerbang.” jelas Wamenhan. Dikutip dari dephan.go.id. 

Disampaikan Wamenhan, mengenai pengadaan unit latih simulator ini akan direncanakan di tahun 2014. Tetapi jika simulator ini belum sampai, untuk sementara waktu para pilot penerbang akan di kirimkan ke negara yang memiliki fasilitas simulator salah satunya negara china karena sudah merupakan bagian dari kerjasama pertahanan Indonesia dengan Tiongkok.

Tentu saja kita sangat berharap agar percepatan Skadron Sukhoi dapat terlaksana dengan cepat dan tepat. Ini yang tentu diharapkan masyarakat. Dan bila kita ingin melihat lebih mendalam lagi, bahwasanya dengan adanya kecepatan dan perlengkapan dari Skadron Sukhoi itu akan semakin memberikan kita rasa percaya diri dalam pertahanan di udara. 


Dan tentunya itulah yang kita harapkan bersama, dengan kekuatan udara, dan kekuatan yang maksimal tersebut wilayah NKRI dapat benar-benar dapat dipantau dengan baik, dan tentu saja dapat memberikan suatu angin segar bagi Indonesia untuk terus memperkuat matra udaranya. 

TNI akan melakukan Transfer Technology Alutsista

Ketika menanggapi Alih Teknologi Pesawat Tempur Sukhoi dengan pihak Rusia, Wamenhan mengatakan untuk sementara waktu didalam rencana strategis belum sampai mengalihkan teknologi untuk membuat pesawat. Dengan arti lain targetnya baru sampai alih teknologi pemeliharaan pesawat (Maintanance Facility Center).

“ Untuk alih teknologi pesawat itu tidak mudah jadi sementara kita dengan pihak Rusia akan membangun Joint Facilities Center. Karena di dalam satu skadron harus dipenuhi untuk fasilitas tersebut supaya tidak mengirimkan kembali ke luar negeri,” Kata Wamenhan.

Yang kita harapkan memang percepatan transfer Technology dari alutsista-alutsista tempur itu dapat dimanfaatkan untuk terus menggali, dan menggunakan teknologi persenjataan yang tepat. Tentu saja ini yang kita harapkan, ketika teknologi modern dari negara lain kita dapat transfer dengan baik, sehingga ke depan Indonesia, khususnya TNI dapat memproduksi alutsista tempur yang modern, seperti misalnya Kapal Selam, Pesawat Sukhoi, MBT Leopard, dan alutsista lainnya.

Dengan adanya alih teknologi ke depan Indonesia akan menjadi negara yang kuat, dan memiliki pertahanan yang kuat pula. Itu kita semua berharap.


Sumber : Detik

4 comments:

  1. Melihat kemampuan negara2 tetangga dlm pengadaan dan persiapan alutsista berupa pesawat tempur, dan mencermati politik dlm kawasan yg menganggap indonesia sbg suatu ancaman spt australia,papua nugini,timor leste,malaysia,india,brunei,malaysia,myanmar dng hacker yg pernah menghack situs pertahanan kemenhan dan cina,serta jepang yg pernah menanyakan alasan indonesia mengadakan yakhont,shg 1 skuadron pesawat tempur dng kemampuan spt sukhoi masih sangat kurang,jadi jng puas dng penilaian diri yg mengatakan alutsista kita pd th 2014 sudah 40 %, justru sebaliknya dng bnyknya negara2 tsb dn dng kmampuan alutsista yg dimikiki oleh negara2 tsb shg spt dpt mempertahankan kedaulatan dlm memberikan perlawanan yg seimbang jika terjadi serangan yg dilakukan beramai2 dan sekaligus,jg sekaligus utk memberikan dukungan kpd matra laut dan darat, seharusnya indonesia memiliki belasan atau bahkan puluhan skuadron pesawat tempur,diluar dari skuadron helikopter serang,serbu,angkut,skuadron pesawat angkut,skuadron pesawat tangker,skuadron UAV yg dipersenjatai, skuadron pesawat amphibi stlh memperhatikan kondisi geografis pulau yg dipisahkan lautan,sungai,dan danau.

    ReplyDelete
  2. Idealnya indonesia miliki minimal 10 skuadron pesawat tempur modern yang dibutuhkan saat ini. belum kedepannya lebih dari sekedar itu. mengingat jumlah rakyat dan wilayah kita yang gede. itu logis dan harus jika ingin wujudkan tanggung jawab negara untuk melindungi rakyat dan wilayahnya.

    ReplyDelete
  3. Idealnya seluruh pulau-pulau besar di Indonesia harus ada skuadronnya, tiap 500km harus ada biar mobilitasnya cepat dan efisien.

    ReplyDelete
  4. Semoga cepat kelar, semangat untuk NKRI Bravo TNI hajar si Malingsial
    Lowongan Kerja Online Membuka Pendaftaran

    ReplyDelete