Friday, 26 April 2013

Pangkalan Udara TNI AU Palembang sangat strategis

Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Muda TNI M Syaugi, menegaskan nilai strategis Pangkalan Udara TNI AU Palembang. Pangkalan udara yang ada sejak masa penjajahan Belanda juga menjadi pangkalan udara penyangga Ibukota Jakarta. 

Dalam Rencana Strategis TNI AU, pangkalan udara ini akan ditingkatkan statusnya menjadi pangkalan udara tipe B yang dipimpin seorang kolonel, setelah selama ini tipe C dengan komandan seorang letnan kolonel. Dengan begitu, satu skuadron pesawat tempur TNI AU dan depo teknik pendukung akan dibangun di sana.

"Posisinya juga sangat mendukung karena daerah ini sarananya sudah lebih baik," kata penerbang F-16 Fighting Falcon itu, seusai serah terima jabatan komandan Pangkalan Udara TNI AU Palembang, Letnan Kolonel Penerbang Adam Suharto, kepada Letnan Kolonel Penerbang Ramot C Sinaga, di Palembang, Jumat.

Menuju peningkatan status yang berarti ada penambahan beban tugas pokok, infrastruktur, dan kelengkapan organisasi plus persenjataan dan sistem pendukung, kata Syaugi, "Akan dilengkapi secara bertahap." Salah satu pentahapan itu adalah memindahkan pemukiman penduduk yang terlanjur menetap di tanah pangkalan udara itu ke lokasi baru. 

Pangkalan udara itu memiliki luas areal 720 Hektare, yang diawaki sekitar 130 personel ditambah satu kompi satuan tugas penguatan dari TNI AU. Masih terkait peningkatan status tipe pangkalan itu, diperlukan penambahan kompleks perkantoran dan perumahan serta sarana pendukung lain.

Selat Sunda dan sebagian Selat Malaka yang ramai pelayaran internasional sesuai statusnya sebagai Alur Laut Kepulauan Indonesia I, menjadi wilayah tanggung jawab Pangkalan Udara Palembang jika nanti satu skuadron pesawat tempur TNI AU ditempatkan di sana. 

Sumber : Antara

2 comments:

  1. antisipasi dengan masalah sengketa perbatasan antara indonesia dengan singapura dan dengan malaysia, saran saya indonesia perlu untuk mengadakan dan menempatkan 4-5 skuadron Sukhoi dengan rincian 3 skuadron PAK 50 (nama lengkap saya lupa), 2 skuadron 35 BM mulai dari aceh sampai ujung selatan pulau sumatera, 3 skuadron SU 30 MKM di Kalimantan Barat untuk memback up skuadron sukhoi di aceh dan sumatera,

    ReplyDelete
  2. untuk pulau sumatra menambah pesawat tempur yang sudah ada disana insyaAllah 1 skuadron shukoi 35BM dan 1 skuadron F 16 block 32++ bisa mengimbangi tetangga walaupun jet tempurnya canggih2,kecuali kita anggarannya sangat besar bisa menambah lagi jet tempur idaman PAK FA 50 1 skudron,di kalimantan cukup ditambah 1 skuadron SU 30 MKM dan 1 skuadron SU 35 BM,di lanud hasanudin cukup ditambah SU 35 BM 1 skuadron trus di kupang cukup ditambah 2 skuadron PAK FA 50 dan SU 35 BM untuk mengantisipasi jet2 tempur tetangga yang suka keliaran di wilayah udara kita dan cukup untuk membuat tetangga hormat pada kita

    ReplyDelete