Sunday, 21 April 2013

Analisis : Strategi Militer dan Taktik Perang

Strategi  militer adalah sebuah kebijakan yang dilaksanakan oleh organisasi militer untuk mengejar sasaran-sasaran strategis yang di inginkan.

Strategi militer yaitu berupa pembinaan, pengembangan, penggelaran dan penggunaan seluruh kekuatan dan kemampuan militer untuk mendukung strategi pertahanan dalam rangka menjaga, melindungi, dan memelihara kepentingan nasional. 

Pembinaan dan penggunaan militer diarahkan pada keterpaduan tiga angkatan (Darat, Laut, dan Udara) tanpa meninggalkan ciri khas angkatan, baik dalam operasi gabungan maupun operasi angkatan masing-masing.

Sedangkan Taktik perang adalah cabang ilmu militer yang berurusan dengan manuver rinci untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh strategi militer. Taktik juga merupakan rencana untuk mencapai tujuan tertentu.

Taktik perang adalah penggunaan kekuatan bersenjata untuk menjalankan pertempuran. Taktik perang adalah sebagai ilmu dan seni tentang pelaksanaan manuver pasukan dan penggunaan alat senjata untuk memenangkan pertempuran. 

Strategi medan tempur, terkenal dengan istilah taktik. Yang merumuskan dan melaksanakan taktik adalah sangat penting dalam sebuah pertempuran karena sebuah negara pun masih bisa kalah dalam medan pertempuran meskipun strategi perang yang sudah terkoordinasi baik, strategi militer yang tepat, dan strategi operasi yang terancang baik. 

 
Jadi sebelum terjun ke medan pertempuran,beberapa perwira tinggi dalam militer menyusun draft skenario berupa strategi dan taktik penyerangan yang fokus pada sasaran tempurnya, yang tujuan strategi itu adalah untuk mendapat kontrol terhadap musuh baik secara fisik maupun psikis.



Banyak di kalangan Analisis Militer mengatakan bahwa Peperangan dengan mudah di menangkan jika suatu negara sudah memiliki Hard Power terutama pada Teknologi Terbaru Alat Pertahanan, ini pendapat 100 Benar dan 100% juga salah.

Karena dalam suatu peperangan semua hal bisa terjadi,kita terlalu berasumsi jika suatu negara memiliki segudang alat tempur yang canggih,akan dengan mudah mengalahkan negara yang negaranya hanya memiliki alat tempur seadanya,padahal dalam suatu operasi militer diperlukan kajian baik itu dilihat dari kondisi geografis, logistiknya,politik militer, politik, psychologi,Psychological Warfare,ekonomi dan SDM dari negara musuh tersebut,selain itu pula Lapangan perang bukan lagi cuma yang militer, melainkan juga sepenuhnya politik dan ekonomi.

Kita bisa mengambil contoh perang vietnam,dimana kekuatan besar Amerika harus keluar dari negara itu dengan hasil yang tidak sesuai harapan mereka,Afganistan sampai dengan detik sekarang tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah,Pasukan Taliban di Afganistan menerapkan Taktik hit and run serta bersembunyi di antara gunung-gunung, meskipun Amerika menunjukkan indikasi ingin melakukan serangan darat untuk menaklukan Taliban,maka perang darat mungkin bisa menjadi pukulan bagi Amerika. malah pihak sekutu lain sudah kelelahan dalam menguasai pihak Taliban dan terpaksa menarik pasukannya dari negara itu,Malah Rusia Sudah mengakui kehebatan pejuang negeri Tersebut.
 
Menurut Filosofi Perang itu adalah Seni.Karena Inti dalam Peperangan itu terletak Pada Strategi dan Taktik Perang,Teknologi dan Alat Tempur lainnya itu hanyalah Alat pendukung untuk bisa mensukseskan perencanaan Strategi dan Taktik Perang yang sudah di desain secara terstruktur dan terarah.

Indonesia dari jaman Awal Kemerdekaan sudah menerapkan taktik dan strategi perang yang terbukti diakui dunia luar.salah satunya strategi dan taktik perang gerilja karangan Jendral AH Nasution. Strategi yang sangat memeras darah dan keringat Musuh



Salah satu bentuk benteng kemenangan dari serangan musuh dalam suatu peperangan adalah pertahanan rakyat,Mengapa di negara-negara maju mewajibkan wajib militer kepada setiap warga negaranya, apa tidak cukup tentaranya yang sudah didukung dengan teknologi dan alat perang secanggih dan modern dijaman sekarang ini, masih harus menggandalkan wajib militer sebagai salah satu bentuk pertahanannya.

Disinilah kita bisa bercermin,teknologi dan alat perang yang canggih pun tidak bisa menjamin keamanan dan keselamatan negara tersebut,apalagi untuk bisa menggalahkan dan menghancurkan suatu negara.

Jadi kita tidak bisa mengambil kesimpulan,dengan memiliki alat tempur yang banyak dalam hitungan bulan atau hari negara itu bisa dengan mudah di kuasai,karena dalam perang sangat di butuhkan yang namanya peran taktik, strategi, intelligence, recon, geopolitik,psy, campaign.

Dalam sejarah, kekalahan suatu negara itu paling banyak karena hancur dari dalam negerinya,sebelum dihancurkan dari luar. jika suatu negara kuat dari dalam maka benteng pertahanannya kokoh dari serangan luar.

Saya banyak menemukan statement dari banyak pihak luar,terutama dalam membahas taktik dan strategi TNI dalam melakukan Latihan Perang,baik itu Latihan Kecabangan atau Gabungan,yang mengatakan Strateginya itu-itu saja,tidak ada perubahan dan peningkatan sama sekali dalam setiap skenario latihan.

Saya tidak menyalahkan dan membenarkan pernyataan tersebut,karena dalam setiap latihan perang itu berdasarkan pada tingkat ancaman dan kemampuan tempur dari negara musuh tersebut, jadi dalam latihan tersebut akan mewujudkan doktrin tersendiri.

Kita bisa melihat cara TNI  Olah Yudha Strategi dan Taktik dalam Uji Rencana Kampanye Militer di atas peta melalui Tactical Floor Game (TFG) ini memang Masih sangat Tradisional,Tapi ini masih sangat efisien buat TNI sampai sekarang,padahal di jaman sekarang teknologi sudah semakin canggih.









Kita bisa melihat keberhasilan Pola Penggunaan Tactical ini pada operasi mapendumma Kopassus, dimana Peta wilayah musuh dibikin pada bak pasir. Mantan danjen Kopassus Prabowo Subianto sendiri mengatakan kalau dalam operasi militer, operasi khusus, sebelum menyerang satu sasaran dibuatkan duplikasi medannya itu di atas bak pasir.sampai perwira SAS Inggris datang ke posko kopassus, semua difoto sampai bak pasir pun ikut di foto.

Tujuan perwira SAS Inggris melakukan pemotretan,yaitu ingin mengetahui Strategi dan taktik kopassus dalam melakukuan operasinya,karena dalam operasi mapenduma perwira SAS Inggris yang menilai kopassus tidak mungkin berhasil. hanya James Bond yang bisa berhasil. Mereka katakan itu kata Prabowo.

 

Jadi Kita jangan terlalu mendramatisir bahwa suatu negara itu lemah pertahanannya,hanya dilihat dari berapa jumlah tank dan pesawat tempurnya,kalau memang hanya ini acuan pola fikirnya,negara tetangga seperti singapura dengan mudahnya bisa menaklukan indonesia, karena negara itu memiliki segudang alat perang yang sangat modern,

Alat Tempur yang modern sangat membantu dalam mendukung suatu peperangan itu berhasil atau tidak,karena dengan bantuan alat tempur tersebut,kemudahan dan resiko korban sedikit terbantukan dengan kehadiran teknologi perang,pada arena medan tempur.

Tapi alat tempur tidak menjanjikan suatu kemenangan dalam perang tanpa adanya strategi dan taktik perang yang briliian,karena tank itu tidak bisa jalan jika pengemudinya tidak ada,tank itu akan menjadi bomerang bagi pasukan yang mengawakinya,jika di posisi yang tidak seharusnya dia di tempatkan,tapi sangat berguna jika tank itu di gunakan untuk posisi dan tempat yang sesuai dengan fungsi tank itu sendiri,Dengan demikian bukan saja alat perang yang bisa memenangkan peperangan, peranan manusia dalam perang menjadi sangat penting (the man behind the gun)

Intinya kelemahan negara itu,bukan terletak pada alat pertahannya,tapi pada sistem pertahannya,jika setiap warga negara memiliki jiwa nasionalis yang kuat,maka ini bisa menjadikan alat pertahanan yang sangat kuat dibandingkan dengan ribuan tank.

“…seorang panglima perang akan mempertimbangkan bakat masing-masing individu, dan memanfaatkan mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan tidak akan menuntut kesempurnaan dari orang-orang yang tidak berbakat…energi yang dikembangkan oleh para prajurit yang baik adalah seperti momentum dari sebuah batu bulat yang menggelinding ke bawah dari sebuah gunung yang tingginya ribuan kaki.” Sun Tzua

Sumber : Wikipedia / @Pertahananbangsa

2 comments:

  1. betul sekali... yang paling tepat adalah prajuritnya harus kuat terlatih dan profesional dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap,canggih dan modern dengan dipimpin oleh komandan yang cerdas dan jago strategi militer.

    ReplyDelete
  2. Komandan sangat berperan thd prajuritnya hrs menguasai pegangannya mis, senjata sbg pegangannya kalau senjatanya bagus cara menggunakan senjata sering dilatihkan, program latihannya hrs ketat mulai penguasaan sbg tugas jabatannya dr hari, minggu selanjutnya bulan dan digabungkan dg latihan satuan utk penguasaan strategi serta utk merumuskan strategi baru bukan mudah mrpk pertanggung jawaban dr satuan atas.

    ReplyDelete