Friday, 26 April 2013

2014, TNI AL Memiliki Kekuatan Alutsista Signifikan

Kepala Staf Angkatan Laut  (KASAL), Laksamana TNI Marsetio mengemukakan, TNI AL akan memiliki kekuatan tempur yang signifikan pada akhir 2014, seiring kedatangan sejumlah alat utama sistem senjata yang sebelumnya telah dipesan.

Ditemui usai memimpin gelar pasukan sekaligus inspeksi kesiapan unsur tempur laut menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat (26/4), Marsetio mengatakan, pengadaan alutsista itu merupakan program TNI AL untuk menuju pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).


"Alutsista yang sedang dibangun di dalam dan luar negeri, akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," katanya didampingi Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Agung Pramono.


Menurut KSAL, beberapa alutsista yang direncanakan datang pada tahun ini, antara lain 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk pasukan Korps Marinir dan kapal perang.


"Sebelumnya, Korps Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alutsista lain datang lagi," ujarnya.


Laksamana Marsetio menambahkan Mabes TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat kapal LST (Landing Ship Tank) dari PAL, dan kapal Fregat (Inggris).


Selain itu, masih ada kapal cepat rudal, kapal hidrografi, helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci yang usianya sudah tua.


"Kekuatan tempur TNI AL baik untuk kapal, Marinir maupun pangkalan udara akan dilengkapi secara bertahap sesuai program MEF (Minimum Essential Forces)," tambah KSAL.


Ia menambahkan pengadaan peralatan tempur baru itu untuk mendukung tugas-tugas TNI AL yang semakin berat dan kompleks dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama wilayah perairan.


Sementara untuk kegiatan Latgab TNI Tingkat Divisi tahun 2013 yang berlangsung 2-5 Mei di Situbondo, Jatim, TNI AL mengerahkan sebanyak 42 kapal perang dari berbagai jenis, tank amfibi, helikopter, pesawat Cassa dan Bolcow, serta sejumlah persenjataan tempur (roket dan meriam).


Sedangkan jumlah personel TNI AL dari berbagai unsur kesatuan yang terlibat latihan lebih kurang 6.500 prajurit, dari total 16.745 prajurit TNI yang ikut latgab.

1 comment:

  1. saran saya indonesia memiliki tank BMP 3F sebanuyak 1.000 unit, tank BTR 90 APC sebanyak 800 unit, tank BMD 4M sebanyak 1.200 unit, masing-masing tank tresebut dibagi untuk 4 wilayah koordinator sehingga utk masing2 wilayah stand bay tank BMP 3F sebanyak 250 unit, dan BTR 90 APC sebanyak 200 unit, serta tank BMD 4M sebanyak 300 unit, sehingga apabila Indonesia dinyatakan dalam keadaan perang, tank2 tersebut siap untuk dikerahkan untuk menjaga dan dimobilisasikan ke masing2 daerah dalam wilayah2 tersebut dengan waktu yang cepat dan segera.

    ReplyDelete