Thursday, 21 March 2013

Modernisasi TNI dan Kekhawatiran Perlombaan Senjata


Indonesia berencana membeli lebih dari selusin jet temput Sukhoi buatan Rusia serta kapal patroli, rudal dan tank sebagai bagian dari rencana modernisasi militer selama lima tahun senilai 15 milyar dollar.

Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah meningkatkan anggaran pertahanannya sejak 2010 untuk meningkatkan kapasitas militer dalam melindungi jalur pelayaran, pelabuhan dan perbatasan maritim.

Kebijakan itu juga didorong kecemasan bahwa Indonesia telah ketinggalan dari Cina, Singapura, Vietnam, Thailand dan negara-negara Asia lainnya yang telah meningkatkan pengeluaran bidang pertahanan.



Picu perlombaan senjata?

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia ingin membeli satu skuadron penuh jet tempur Sukhoi serta kapal patroli.

Purnomo mengingatkan para anggota delegasi dalam sebuah konferensi militer bahwa peningkatan tajam dalam anggaran militer dan memperkuat kemampuan dalam bidang pertahanan di kawasan akan menebarkan bibit ketidakpercayaan dan menjadi bahan bakar rivalitas.

“Jika ini tidak disertai dengan transparansi yang bisa meningkatkan kepercayaan dan keyakinan, itu akan beresiko memunculkan sebuah perlombaan senjata yang akan berdampak negatif bagi perdamaian dan stabilitas,“ kata dia.

Modernisasi militer

Seorang pejabat militer lainnya mengatakan bahwa Indonesia berencana membeli sebanyak 16 jet tempur Sukhoi, 17 kapal patroli, tiga kapal perang kecil dan sejumlah tank dan rudal yang tidak disebutkan jumlahnya.

Militer Indonesia juga berencana meng-upgrade squadron jet tempur F-16 buatan Amerika yang mereka miliki. Saat ini 10 jet Sukhoi telah dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia.
Oktober lalu, Menteri Pertahanan mengungkapkan pembelian 130 tank Leopard 2 dari Rheinmetall AG Jerman, senilai total 280 juta dollar Amerika.

Indonesia, negara kepulauan yang banyak memiliki jalur utama laut dan memiliki teritori 54.700 km dari garis pantai, juga telah memesan tiga kapal selam buatan Korea Selatan untuk memperbanyak armada kapal selamnya menjadi lima buah.

Belanja militer Indonesia selama tahun 2012 tercatat Rp 72,5 trilyun. Angka membengkak 30 persen dari tahun sebelumnya dan pada tahun 2013 ini akan kembali naik menjadi Rp 77,7 trilyun.

Sumber : Dw.de

14 comments:

  1. menghadapi perang modern yang serba canggih tdak hanya teknologi yg digunakan utk perang dan pertahanan serta keamanan melainkan juga teknologi yg digunakan oleh intelijen, yg tdk hanya intelijen dng minset konvensional seperti mata - mata, melainkan menggunakan komputer, internet dan satelit utk mencuri data atau informasi, selain itu juga utk mensabotase pertahanan dan keamanan negara atau kelompok yg ditarget sebagai musuh, dan juga main keroyok dng membentuk persekutuan, indonesia sbaiknya jng terlena dlm mengadakan alutsista dr negara lain, apalagi dng ada pakta negara produsen alutsista mempunyai hak utk tdk mengekspor alutsista dr negaranya kepada negara lain yg dianggap melakukan pelanggaran HAM, dng kondisi spt ini DPR dan pemerintah harus memberikan dukungan penuh kpd para ahli2 kita baik dr segi dukungan dana utk melakukan penelitian dan pengembangan alutsista, kita belajar dr cina, india, singapura, dan iran yg berjuang keras shg berhasil sampai dengan dng saat ini dlm melakukan penelitian dan pengembangan alutsista, mahal dan lama waktu yg diperlukan, itulah yg namanya pengorbanan, kalau maui alutsista canggih, ya harus berani berkorban, kalau tdk mau berkorban namanya tdk pemberani, ingat disini nama dan kehormatan serta rakyat dari bangsa indonesia yg dipertaruhkan, mengapa demikian, kita belajar dr sejarah, krn alutsista kita udah lama dan kurang canggih shg kita diremehkan oleh negara tetangga.

    ReplyDelete
  2. indonesia perlu 30 batalyon marinir, 35 batalyon pasukan terjun payung, 40 batalyon pasukan infanteri, 38 batalyon kostrad, dng jumlah personil utk tiap batalyon antara 1000-1500, dan pasukan cadangan sebanyak 20.000.000 personil yang terdiri dari usia 18-30 tahun, dan pasukan yang berasal dari wajib militer sebanyak 10 juta personil, senjata anti tanl seperti juveline sebanyak 20.000 - 100.000 unit tersebar dari aceh sampai papua dng pola pembagian melihat geografis dan letak strategis dng perbatasan serta wilayah pendukung, pengadaan 20.000 unit lengkap astros, dengan 1.000.000 - 2.000.000 rudal, 10.000.000 bazoka, 5.000 - 10.000 MBT, 13.000 Tank Medium, 20.000 pantsyr, 12 skuadron gandiwa dengan struktur kaca anti peluru dan bahan utk body anti peluru, dan dilengkapi senjata mesin serta rudal, ahli2 serta ilmuwan kita harus dan industri pertahanan harus didukung penuh utk dana penelitian serta utk ahli2 serta ilmuwan kita ditingkatkan gaji dan tunjangannya utk meningkatkan motivasi dalam berkarya, berinovasi serta berkreasi, pengadaan satelit komunikasi dan mata-mata yang diperlengkapi senjata rahasia sebanyak 10 - 15 satelit, 20.000 panser anoa RCWS dengan senjata utk amunisi kaliber 30 - 40 mm, panser tarantula dng canon dng amunisi kaliber 130 mm, sukhoi kelas 30 BM sebanyak 12 skuadron, 7 skuadron kelas 27/30 SK2, Pesawat F16 kelas 52 sebanyak 10 skuadron, hawk 200 sebanyak 8 skuadron, T50i dari Korsel sebanyak 4 skuadron, black hawk sebanyak 15 skuadron, helikopter kelas NBell utk anti kapal selam sebanyak 17 skuadron, kapal selam sebanyak 40-50 kapal selam paling tidak kapal selam kelas kilo sebanyak 25 unit, pengadaan kapal kelas korvet sebanyak 100 unit, KCR kelas 125 sebanyak 150 unit, KCR kelas 40 sebanyak 200 unit, pengadaan LPD sebanyak 50 unit, pengadaan LST sebanyak 200 unit, pengadaan Kapal Bantu Cair sebanyak 300 unit, kapal hidrologi sebanyak 50 unit, pesawat ACWS sebanyak 40 - 75 unit, pengadaan UAV yang dilengkapi senjata sebanyak 30 skuadron, robot anti ranjau darat sebanyak 200.000, ranjau laut sebanyak 100.000 unit, alat penglihatan malam sebanyak 20.000.000, intelijen terpilih sebanyak 250.000 personil, pengadaan program pengayaan uranium utk PLTN, pengadaan tenaga surya dari aceh sampai papua dengan jarak pemasangan paling tidak 1 km diprioritaskan di daerah perbatasan, pengadaan kapal angkut personil yang dilengkapi roket dan rudal serta RCWS sebanyak 100 unit dan dek utk 3 helikopter anti kapal selam

    ReplyDelete
    Replies
    1. bung raka kalau apbn indonesia USD 1000000000000 pasti angan2 serta mimpi anda bisa terwujud,dan pastinya untuk mewujudkan tersebut kita mulai dari diri kita sendiri yaitu ' bayar pajak dan miliki MPWP ' hehehehe

      Delete
  3. Angan-angan bung Raka bikin ngiler hehehehe

    ReplyDelete
  4. klo cuma ngomong kayak bung raka kan gak usah bayar.......klo menurutku 3x lipatnya ulasan bung raka akan lebih hebat.

    ReplyDelete
  5. wkwkwkwkwkwk..si raka ni lo coment hayalan tingkat tinggi..gak diblog sebelah blog manapun yang bau2 alutsista. gak sekalian ama nuklir mas 20 biji. pengayaan uranium tingkatkan 100% kerjasama ama iran...wkwkwkwkwkwkwkwk kiamat dah... hayooo yang realistis aja.. komenya yang masih bisa masuk logika.. kalo gak mau dibilang komen ababil ababil... wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  6. untuk MEF II sampai 2019 semoga negara memiliki jet tempur PAK FA 50 min 2 skuadron yang ditempatkan di pekan baru dan kupang,minimal 3 skuadron Shukoi 35 BM yang ditempatkan di pontianak,makasar dan kupang.F16 C/D block 32++ ditempatkan di pekan baru dan madiun bersama 1 skuadron T50 golden eagle.dimalang 1 skuadron super tucano,di jakarta 1 skuadron SU 30 MKM,
    untuk TNI AD lengkapi dengan tank medium dan light produksi PT PINDAD minimal 300 unit dan ditambah 200 tarantula dan 100 anoa yang disebar di bataliyon2 diseluruh NKRI terutama kalbar,jawa(maksimalkan) dan papua,rudal S300 atau S400 diempatkan dijakarta,ditambah roket R han minimal 2000 unit sebar dari sumatra, kalimantan,sulawesi,tambah meriam hotwiser dan meriam caesar,dan lengkapi penerbad dgn helikopter serang Mi 35,apache atau super cobra 1skuadron,heli serang gandiwa produk PT PINDAD 2 skuadron.TNI AL belikan KS jenis KILO 3 unit melengkapi cangbogo dan scorpeen 3 unit,lengkapi lagi dgn 20 KCR,10 fregat dan sigma serta 10 PKR ditambah persenjataan yang mutakhir serta rudal yakhont dan c 802,100 tank amphibi produksi PT PAL dan 50 unit BMV 50P dan lain lain.amin.................

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh ya lupa gan..dengan belanja alutsista sebanyak itu jangan khawatir akan terjadi perlombaan senjata dikawasan ASEAN dan asia.jangan lupa beli rudal balistik antar benua jarak sedang dan menengah sambil menunggu rudal,kapal selam,jet tempur produksi dalam negri.tidak kalah pentingnya radar harus cukup,lengkap dan canggih.

      Delete
  7. Ahli militer semua neh, , yang menanggapi. Sebagai catatan saja, untuk sementara kepentingan dagang dengan RI mengalahkan kepentingan untuk perang. Jadi flow the wind sambil terus evaluasi. Seorang petinggi militer prancis pernah bilang, kurang lebihnya seperti ini : kalau mau ngukur seberapa besar kekuatan militer yang ada di RI jangan hanya berpatokan dengan kekutan yang ada di militer RI tapi seluruh Rakyat yang ada.

    ReplyDelete
  8. tapi itu kayaknya bukan anoa deh...

    ReplyDelete
  9. Heleh wong cuman pesan segitu aja kok digembar-gemborkan. Itu belum terasa melihat luas wilayahnya. Sedangkan belanja alutsista kita cuman dikisaran 0,7 % dari APBN. Kecil banget kan. Kenapa gak dinaikan sampai 1,5 % sekalian. biar terasa.
    Karena kita paling tidak butuh 50 Skuadron pesawat tempur canggih, nah kita sekarang cuman berkutat di 6 Skuadron. Masih cilik bgt. tu.
    Makai rasio sehat aja lah.

    ReplyDelete
  10. huuaaaaaaaaaaaaayyyyyyyy,, btl,, yg realistis aj lah,,, jgn sm g realistisnya sm pemerintah yg membeli alutsita kuno d bilang canggih,, coba kita lihat, alutsista yg d banggakan saat ini walaupun baru ttp aja ibarat senapan pistol sm bambu runcing dulu,, dimana negara lain udh memiliki jet tempur tanpa awak dn tdk trdeteksi radar kita baru memiliki pesawat generasi k empat yg konon d katakan canggih,, canggih dr hongkong,,! ^^ klo perang trjadi berapa nyawa pilot tempur terbaik kita yg gugur krn g mendeteksi pesawat musuh smntara musuh bs mendeteksi dn melihat keberadaan pesawat tempur qt? blm lg jk lht kndisi alutsista yg lain sprti tank dn kapal selam,, y minimal lah qt memiliki satu skuadron F22 raptror,, baru bs brnafas lega,, sy ykn APBN qt mampu beli dgn biaya perawatannya,, asal jgn d korup,,! masa dana bwt lahan korupsi aj bs smntaravbeli alutsista trcanggih aj g bs,,, huaaaaaaaaaaay cup cup cup ^^

    ReplyDelete
  11. huuaaaaaaaaaaaaayyyyyyyy,, btl,, yg realistis aj lah,,, jgn sm g realistisnya sm pemerintah yg membeli alutsita kuno d bilang canggih,, coba kita lihat, alutsista yg d banggakan saat ini walaupun baru ttp aja ibarat senapan pistol sm bambu runcing dulu,, dimana negara lain udh memiliki jet tempur tanpa awak dn tdk trdeteksi radar kita baru memiliki pesawat generasi k empat yg konon d katakan canggih,, canggih dr hongkong,,! ^^ klo perang trjadi berapa nyawa pilot tempur terbaik kita yg gugur krn g mendeteksi pesawat musuh smntara musuh bs mendeteksi dn melihat keberadaan pesawat tempur qt? blm lg jk lht kndisi alutsista yg lain sprti tank dn kapal selam,, y minimal lah qt memiliki satu skuadron F22 raptror,, baru bs brnafas lega,, sy ykn APBN qt mampu beli dgn biaya perawatannya,, asal jgn d korup,,! masa dana bwt lahan korupsi aj bs smntaravbeli alutsista trcanggih aj g bs,,, huaaaaaaaaaaay cup cup cup ^^

    ReplyDelete
  12. harusx pemerintah menganggarkan dana untuk riset alutsista jdi tidak perlu kita beli dari negara lain...contohi iran. china dan india....tot dri ngara lain itu susah ngk smuax bkal mereka kaseh....

    ReplyDelete