Tuesday, 29 January 2013

TNI Waspadai Perkembangan Krisis di Laut Cina Selatan

Jakarta - Pemerintah China mengklaim sembilan titik di Laut Cina Selatan terkait sengketa perbatasan dengan Filipina dan Vietnam. 

Meski tidak terlibat langsung, jajaran TNI turut mewaspadai pengaruh dari perkembangan yang sedang berlangsung tersebut sebab bersinggungan dengan wilayah RI.

"Memang perlu kita sikapi hati-hati. Jangan sampai klaim tersebut menjadi klaim wilayah. Kita sudah protes dengan Cina masalah ini," kata Panglima TNI Agus Suhartono dalam konferensi pers Rapim TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Menurutnya sembilan titik yang China klaim merupakan daerah tanggapan ikan tradisional para nelayan. Meski demikian pemerintah juga sudah melakukan upaya-upaya pencehanan. Seperti melakukan pembangunan di wilayah perbatasan.

"Pemerintah juga sedang konsen membangun di Kepulauan Natuna," kata Agus.

Sebelumnya, Kepala Staff Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya Daryatmo mengatakan perkembangan situasi yang terjadi di kawasan Laut Cina Selatan mengarahkan perhatian Indonesia terhadap munculnya kerawanan dan potensi ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional. Karena di sana juga terletak kepentingan Indonesia, khususnya pada aspek politik, ekonomi, militer dan pertahanan.

Daryatmo menilai tentu akan perlu adanya penguatan pertahanan dan gelar operasi TNI guna mengamankan kepentingan nasional. Khususnya di utara Kepulauan Natuna, yang berdekatan dengan Laut Cina Selatan.

"Hal ini dalam rangka meminimalisasi terjadinya spill over konflik laut Cina Selatan yang muncul. Dan mengamankan berbagai objek vital di zona ekonomi ekslusif Indonesia tersebut," kata Daryatmo dalam upacara pembukaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Kilat XXIX di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (27/8/2012).

Daryatmo juga mengatakan, TNI harus melakukan analisa secara terus menerus terhadap kecenderungan perkembangan situasi serta mengevaluasi kemampuan dalam menyusun gelar kekuatan. Selain itu juga menyusun strategi atau skenario parsial dalam pengamanan objek vital nasional di kawasan Natuna, yang merupakan gerbang ekonomi Indonesia ke kawasan Asia Timur.

Sumber : Detik

No comments:

Post a Comment