Friday, 11 January 2013

120 Prajurit Penerbad Dikirim ke Kongo

Sebanyak 120 pasukan TNI AD akan dikirimkan ke wilayah konflik Kongo, Afrika Tengah untuk ikut andil dalam menjaga perdamaian dunia melalui misi Pasukan Perdamaian PBB. Kepercayaan kepada Indonesia dalam berperan serta menjaga perdamaian tersebut melalui misi Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Monusco Kongo.

Berbeda dengan pengerahan pasukan perdamaian tahun-tahun sebelumnya, untuk kali ini Indonesia memberangkatkan Satuan Tugas Helikopter Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad). Prajurit TNI AD dari satuan Penerbad tersebut sebelumnya telah dibekali pengetahuan pelatihan dalam persiapan tugas (pra tugas).

Setelah dididik selama sebulan di Pusat Pendidikan Penerbad (Puspenerbad) Semarang, mereka dikukuhkan sebagai pasukan Kontingen Garuda dalam penutupan pelatihan yang dipimpin Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani Semarang.

Untuk selanjutnya mereka akan menunggu jadwal pemberangkatan 2 atau 3 bulan ke depan menunggu kesiapan alutsista Heli MI 17 yang distandarkan sesuai kebutuhan PBB. Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Mayjen TNI Hambali Hanafiah, ditekankan bahwa tugas menjaga perdamaian adalah amanat yang harus dijaga.

Selain menjaga perdamaian di wilayah konflik, prajurit TNI diminta dapat menjaga nama baik dan jatidiri bangsa di wilayah tugasnya. "Dalam mengemban tugas internasional tersebut, prajurit TNI harus bisa mengemban misi kebudayaan sebagai upaya mengenalkan Indonesia di kancah Internasional," katanya.

Sebanyak 120 prajurit yang akan diberangkatkan tersebut di antaranya terdiri dari pilot helikopter, teknisi dan personil pendukung. Mereka akan ditugaskan selama satu tahun. Dalam pemberangkatan satuan tugas, juga dilibatkan tiga helikopter Penerbad jenis MI-17 untuk mendukung misi tugas.

Komandan Satgas (Dansat) Konga XXXV-A/Manusco Kongo, Lelkol CPn Eko Priyanto mengatakan tugas utama prajuritnya di Kongo adalah memberikan dukungan bantuan tugas operasi udara dengan pesawat helikopter di antaranya patroli udara, evakuasi, pengerahan pasukan, SAR, angkutan logistik dan banyak hal yang terkait dengan misi kemanusiaan dan perdamaian.

"Di luar misi PBB, kami juga membawa misi kebudayaan dengan memamerkan budaya Indonesia seperti tari Saman (NAD), Kecak (Bali) Reog (Ponorogo) dan Jatilan/ Jaran Kepang (Temanggung) yang akan kami gelar untuk menghibur masyarakat Kongo", ungkap Dansat.
Sumber : Suaramerdeka

No comments:

Post a Comment