Tuesday, 28 July 2015

200 Prajurit TNI Terima Medali PBB di Afrika

Sebanyak 200 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) menerima Penghargaan Medali PBB atas dedikasi serta kontribusi terhadap misi 

perdamaian Minusca di Afrika, melalui upacara militer dengan Inspektur Upacara Force Commander Minusca Letnan Jenderal Martin Chomu Tumenta yang dilaksanakan di Camp Garuda, Mpoko-Bangui CAR (Central African Republic), Afrika.
 
Force Commander Minusca dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga karena dapat secara langsung menyematkan Medali PBB mewakili Sekretaris Jenderal PBB kepada Kontingen Zeni Indonesia yang secara luar biasa telah memberikan kontribusi serta dedikasi yang tinggi dan turut berperan serta meletakkan dasar dibentuknya misi di negara Afrika.

Lebih lanjut Jenderal bintang tiga asal Kamerun yang merupakan pimpinan tertinggi unsur militer baik Kontingen maupun Staf UN di Minusca tersebut mengatakan bahwa, Kompi Zeni TNI yang hadir sejak pertengahan 2014 setelah sekitar 8 bulan sebelumnya bertugas di Haiti, dan kemudian melanjutkan misi di CAR, hadir 4 bulan sebelum Misi Minusca dibuka pada 15 September 2014 lalu, telah melakukan banyak karya konstruksi (vertikal dan horizontal) guna mendukung terbentuknya Misi Minusca.

Seperti Penyiapan Lahan, Perbaikan Akses Jalan Pelabuhan Gonaives, Pembangunan Perkantoran Minusca HQ, Logbase, Pembangunan UN Level II Hospital, Camp Transit, Pergudangan dan Container Yard serta membantu Kontingen negara lain dalam Penyiapan Camp bagi Gabon Batalyon, Mesir Heavy Transport, Serbia dan Srilanka Aviation.

“Kontribusi Pasukan Zeni Indonesia telah diakui oleh pemerintah CAR baik di ibu kota Bangui maupun di beberapa daerah lain seperti Bouar dan Berberati yang merupakan sektor tanggung jawab pasukan Indonesia, dimana keberadaan pasukan Indonesia telah 

memberikan banyak manfaat terhadap masyarakat CAR dengan melakukan perbaikan jalur jalan utama dalam rangka mendukung pengiriman logistik, memperlancar patroli keamanan dan perbaikan kantor pemerintahan serta infrastruktur lainnya”, kata Letnan Jenderal Martin Chomu Tumenta.

Turut hadir pada Upacara tersebut, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dari Nairobi-Kenya Mr. Ardhya Erlangga Arby yang menyampaikan sambutan atas nama pemerintah Indonesia dengan mengucapkan terimakasih yang tulus kepada Force Commander Letnan Jenderal Martin Chomu Tumenta, Komisaris Jenderal Polisi Luiz Carrilho, dan semua komponen, Minusca baik sipil dan militer.

Diakhir acara Medal Parade dilakukan penyematan Medali oleh Force Commander serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kepada Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Alfius Navirinda K. serta seluruh prajurit TNI Konga XXXVII-A/Minusca dan dilanjutkan pemberian cindera mata.

Pada upacara tersebut juga ditampilkan Tarian Dayak yang diselingi atraksi beladiri Pencak Silat sebagai olahraga beladiri tradisional Indonesia oleh prajurit Indonesia dan juga tidak ketinggalan dengan menyuguhkan kuliner khas Indonesia.
Perwira Penerangan Konga XXXVII-A/Minusca
Mayor Kav Eddy Wijaya, S.Sos.


Sumber : Poskota
Read More..

Panglima TNI setuju latih Brimob

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan menyetujui permintaan agar TNI melatih personel Brimob Polri, khusus untuk kemampuan bertahan hidup dan penjejakan.

"Disetujui latihan survival dan penjejakan, bukan kemampuan Raider," kata Panglima TNI usai memberi pengarahan pada taruna TNI-Polri yang akan dilantik menjadi perwira di Akademi Kepolisian Semarang, Selasa.

Menurut dia, latihan bisa diberikan dimana saja, mengingat seluruh Kodam memiliki fasilitas tersebut.

Adapun untuk pelaksanaannya, lanjut dia, tergantung keputusan karena TNI siap setiap saat.

Sementara, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan peningkatan kemampuan personel Brimob ini dinilai penting, terutama dalam pengejaran pelaku terorisme.

Dalam pengejaran teroris kelompok Santoso, kata dia, polisi dihadapkan medan seperti hutan dan gunung.

"Brimob belum terlatih untuk pengejaran di hutan dan gunung, oleh karena itu perlu peningkatan kemampuan," katannya.

Kemampuan yang perlu ditingkatkan, kata dia, antara lain penjejakan dan kemampuan bertahan hidup di hutan untuk waktu yang lama.

"Bukan kemampuan berperang, tetapi hanya item tertentu untuk minta pelatihan," katanya.


Sumber : Antara
Read More..

Brimob Ingin Latihan Bareng Raider, Tunggu Jawaban dari TNI

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengirimkan surat kepada Panglima TNI. Isinya agar personel Brimob diikutsertakan dalam pelatihan Raider.

"Pelatihan itu bukan minta dilatih, tapi latihan bersama," kata Kabagpenum Polri Kombes Suharsono di Gedung Divisi Humas, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).

Memang, dalam surat tertanggal 15 Juli 2015 dengan nomor B/3383/VII/2015, perihal permohonan mengikutsertakan personel Korbrimob Polri dalam pendidikan dan latihan Raider di Pusdiklat Kopassus, bahwa latihan bersama yang tersebut didasari nota 


kesepahaman Panglima TNI dengan Kapolri, Nomor Kerma (Kerjasama)/08/III/2015 dan Nomor B/08/III/2015 tertanggal 3 Maret 2015 tentang Pendidika Bersama antara TNI dengan Polri.

Kerjasama itu dilahirkan empat bulan setelah penyerangan Markas Brimob Polda Kepulauan Riau oleh sekelompok personel TNI AD, Rabu (19/11/2014).

Suharsono menambahkan, pelatihan bersama antara Brimob dengan Raider bukanlah untuk mengambil seluruh kemampuan Raider dalam spesialisasi tempur.

"Bukan kemampuan Raider yang dikopi diberikan, tapi hanya sebagian yang ingin ditransfer. Misalnya teknik pegejaran di hutan. Kita kan enggak punya itu," kata Suharsono.

Dia mencontohkan dalam upaya Polri melakukan pengejaran terhadap pelaku teror Santoso yang bergerilya dari hutan ke hutan. "Itu harus suvive di hutan, kalau tidak dilatih kan berat," ujar dia.

"Jadi, bukan menyaingi kekuatan TNI," imbuhnya.

Hingga saat ini Polri belum mendapatkan balasan atau jawaban dari TNI. "Permintaan Polri untuk latihan bersama hingga saat ini belum dijawab," kata dia. 


Sumber : Detik
Read More..

RI Akan Tambah Petugas Perdamaian Wanita di PBB

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pada Senin (27/7) bahwa Indonesia akan menambahkan jumlah petugas perdamaian wanita di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga mencapai 100 orang. Saat ini, Indonesia hanya memiliki kurang dari 20 petugas perdamaian wanita di PBB.

"Untuk mendukung keikutsertaan wanita di dalam misi perdamaian PBB, kita berkomitmen untuk meningkatkan jumlah petugas perdamaian wanita kita," ujarnya ketika membuka Rapat Regional Asia-Pasifik terkait Penjaga Perdamaian PBB di Jakarta.


 Selain itu, Retno juga menargetkan jumlah petugas perdamaian Indonesia di PBB secara keluruhan menjadi 4.000 orang. Sejauh ini, Indonesia memiliki 2.800 petugas perdamaian yang sudah tersebar di beberapa operasi perdamaian PBB di seluruh dunia.

Ia menambahkan, jika Indonesia mampu mencapai angka 4.000, maka Indonesia akan masuk dalam daftar 10 negara kontributor petugas perdamaian terbesar.

Mantan Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste Jose Ramos Horta yang juga menyampaikan pidato dalam acara yang sama, mengakui kontribusi Indonesia di PBB.

"Indonesia telah berperan aktif di dalam berkontribusi terkait misi perdamaian PBB," kata Ramos.

Lebih lanjut, hasil rapat kali ini akan dibicarakan di dalam Peacekeeping Summit di New York pada September mendatang. Indonesia akan menjadi salah satu dari negara yang ikut serta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut. 


Sumber : CNN
Read More..

Monday, 27 July 2015

Setara kritik pelibatan Brimob dalam pelatihan Kopassus

Setara Institute menilai permohonan yang diajukan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tentang pelibatan Brimob dalam pelatihan oleh Kopassus menunjukkan paradigma Polri belum berubah.

"Kopassus didesain untuk berperang sedangkan Brimob didesain untuk pengamanan. Beda cetakan ini juga menunjukkan secara tegas bahwa Polri bertugas menyelenggarakan keamanan dan TNI menjalankan tugas pertahanan," kata Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi, dalam keterangan tertulis, Senin.

Menurut Hendardi, Polri tampak tidak percaya diri dengan sistem pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki.

"Jika pola ini tidak berubah maka harapan menjadikan Polri sebagai polisi sipil akan semakin jauh. Reformasi Polri selama ini baru menyentuh aspek kelembagaan saja. Sedangkan reformasi pada tataran konseptual, cara pikir, dan kinerja masih sama dengan masa lalu," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia pun menganjurkan agar Danjen Kopassus harus menolak permohonan Kapolri tersebut, agar prinsip-prinsip penyelanggaraan negara tetap sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskan oleh Konstitusi dan perundang-undangan.

"Saya setuju dengan Kapuspen TNI Fuad Basya yang melalui media sudah menyatakan penolakannya," kata Hendardi.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengirim surat kepada Panglima TNI dengan tembusan KSAD, Irwasum Polri dan jajaran petinggi Polri bernomor B/3303/VII/2015 tertanggal 15 Juli 2015 perihal permohonan mengikutsertakan personel Korps Brimob Polri dalam Diklat Raider TNI AD.

Dalam surat itu, Kapolri meminta agar program latihan dan pendidikan raider dilakukan tahun anggaran 2015 dan 2016.


Sumber : Antara
Read More..

Satuan Elit Marinir Berlatih di Puncak Gunung Welirang

Satuan elit Korps Marinir yang terdiri dari Intai Amfibi (Taifib) dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) pada Kamis 2 Juni hingga Jumat 3 Juni, melakukan latihan fisik dengan mendaki puncak Gunung Welirang berketinggian 3.156 mdpl di Jawa Timur.
 
Pendakian yang dilakukan 19 anggota marinir itu merupakan rangkaian latihan guna mendaki puncak Gunung Cartenz, (4.884 mdpl) yang terletak di sebelah Barat Central Highland, Papua pada 17 Agustus mendatang bersama pendaki tunadaksa dunia asal Solo, Sabar Gorky, dan pendaki dari organisasi pemuda TRAMP yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Marinir Rakyat Merdeka.

Para pendaki dari satuan elit Korps Marinir ini akan dipimpin secara langsung oleh Letnan Kolonel (Mar) Ferry Marpaung yang bertindak sebagai komandan pendakian merupakan tim yang dibentuk secara langsung oleh Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, guna mendampingi Sabar Gorky mengibarkan merah putih tepat saat Indonesia memperingati 70 tahun kemerdekaan.

"Untuk itu kami akan melakukan upaya-upaya pengamanan di beberapa titik sejak keberangkatan sampai ke puncak Cartenz," ujar Dansat pendakian, Letkol (Mar) Ferry Marpaung melalui keterangan tertulis, Sabtu, (4/6/2015).

Ditegaskannya pula, Ekspedisi ini bertujuan juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sejengkal tanah di Papua adalah bagian dari NKRI. Dan Korps Marinir memiliki slogan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" yang artinya "Di Laut dan Darat Kita Jaya."

Sementara itu, pada hari yang sama, para pendaki dari organisasi pecinta alam TRAMP yang dipimpin Asep Sumantri juga melakukan latihan fisik dengan melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede, (2.958 mdpl) di Jawa Barat.

Menurut rencana, latihan gabungan antara Marinir, TRAMP, Sabar Gorky akan dilakukan pula di Gunung Argapura, (3.088 mdpl) dan Semeru, (3.676 mdpl) yang akan diikuti oleh dokter pendaki asal Kota Surabaya, Agung Hadyono.

Sumber : Okezone
Read More..