Wednesday, 10 September 2014

4 KCR dan 1 Kapal Patroli Akan Serah Terima Bulan Ini


Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto menegaskan, sebentar lagi Angkatan Laut (AL) akan memiliki lima KRI. Empat di antaranya Kapal Cepat Rudal (KCR) dan satu lagi kapal patroli. Kapal ini produksi dalam negeri yang pembuatannya di Batam.

”Tanggal 26 September nanti akan diresmikan dan mulai beroperasi,” kata Sulistiyanto, usai upacara serah terima jabatan (Sertijab) komandan lanal Tarempa di lapangan Sulaiman Abdullah Tarempa, Selasa (9/9) lalu.

Kapal tersebut memperkuat jajaran Angkatan Laut dan dioperasikan di wilayah Armada Barat. Namun, sayangnya tidak ada yang dioperasikan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kata Sulistiyanto, kapal tersebut tidak ditempatkan Anambas karena pengoperasian perlu dukungan besar, baik personel maupun lainnya.

Meski demikian, keberadaan Lanal di Tarempat sudah bagus. Apalagi juga didukung pos-pos di Jemaja dan Tambelan. Namun, untuk menjaga wilayah laut yang luas, Lanal tidak bisa berdiri sendiri, tapi juga memerlukan instansi terkait seperti Polisi, BC, dan juga masyarakat nelayan.

Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin menilai, Anambas masih kekurangan sarana dan prasarana untuk patroli wilayah laut. Saat ini, Lanal Tarempa hanya memiliki kapal Kalbaruk. Kapal tersebut sudah terlalu tua digunakan mengamankan laut Kabupaten perbatasan ini. Usia sudah lebih dari 20 tahun. Menurutnya, Kalbaruk sudah saatnya mendapatkan “Suntikan Vitamin”.

“Saya ingat Kalbaruk ini dibuat ketika saya masih Camat di Uban tahun 1990-an. Sekarang sudah 2014, sudah sangat lama sekali,” ujar Tengku dihadapan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, dan seluruh jajaran Danlanal di bawah komando Lantamal IV, Selasa (9/9).

Karena Kalbaruk sudah tua, Tengku meminta Danlantamal IV menambah armada patroli di Kabupaten maritim ini. Penambahan ini dinilai penting untuk tujuan pengamanan, karena seluruh potensi unggulan Anambas terletak di laut.

Sumber : Batam
Read More..

Biayai Bangun Pesawat R 80, Regio Aviasi Industri Akan Jual Saham

PT Regio Aviasi Industri akan menerbitkan saham mereka secara terbatas. Pelepasan saham ini untuk membiayai proyek pembangunan pesawat terbang mereka, Regional 80 (R 80), yang rencananya akan terbang perdana pada 2017-2018.

Komisaris Regio Aviasi Industri, Erry Firmansyah, mengatakan saham perusahannya akan ditawarkan pada individu, perusahaan, koperasi, dan pemerintah yang telah mereka bidik sebelumnya, jumlahnya tak lebih dari 50 pihak.

"Karena, kalau jumlahnya lebih dari 50, harus terdaftar di OJK (Otoritas Jasa keuangan)," ujar dia, Rabu 10 September 2014.

Dia menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih menghitung berapa banyak saham yang akan dijual.

Saat ditanya, siapa saja yang telah mendapat penawaran, mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta ini mengatakan pihaknya baru menawarkan saham pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan pihaknya masih harus mengkaji penawaran saham dari Regio Aviasi Industri.

Menurutnya, Jabar siap membantu proyek pesawat terbang R 80. Hanya saja, porsi Jabar dalam proyek itu harus dikaji terlebih dahulu. "Seperti apa peran kita sebagai warga Jabar untuk ikut pengembangkan pesawat ini," ungkapnya.

Heryawan menambahkan, perlu dicari strategi agar masyarakat tertarik dengan saham Regio Aviasi Industri.

Dia berharap, ada pengusaha yang memiliki rasa nasionalisme tinggi yang mau membantu pengembangan industri dirgantara nasional dengan cara membeli saham Regio Aviasi Industri.

R 80 merupakan pesawat rancangan Mantan Presiden RI, BJ Habibie. Pesawat ini menggunakan dua mesin turboprof dan mampu mengangkut 80 penumpang.

Pesawat yang diklaim bakal memiliki kemampuan di atas N 250 ini bakal diproduksi di dalam negeri.

Ilham Habibie, Komisaris Regio Aviasi Industri, mengatakan beberapa komponen akan diupayakan dibuat di dalam negeri. Namun, untuk mesin, R 80 akan mengusung mesin yang telah tersedia di pasaran.

"Kalau pesawat baru jangan pakai mesin baru, pakai mesin yang sudah ada di pasaran. Ini untuk mengurangi risiko," kata Ilham.


Sumber : Viva
Read More..

Panglima TNI Segera Ganti Komandan Paspampres dan Sejumlah Jenderal

Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan memutasi sejumlah perwira tinggi TNI untuk menduduki jabatan baru. Salah satu jabatan perwira tinggi yang akan berganti yaitu Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

"Jabatan baru tersebut sudah saya tanda tangani," ujar Moeldoko saat ditemui di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/9/2014).

Masing-masing perwira dan jabatan barunya adalah Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo, yang akan menjadi Panglima Kodam Jaya. 

Sementara Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Mulyono akan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang sebelumnya dijabat oleh Letjen TNI Gatot Nurmantyo (kini menjabat KSAD).

Kemudian, jabatan Komandan Jenderal Kopassus akan diisi oleh Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jenderal TNI Doni Monardo. 

Namun, mengenai siapa pengganti Doni sebagai Komandan Paspampres, menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya, hal itu akan ditentukan oleh presiden terpilih Joko Widodo.

"Komandan Paspampres, itu sesuai dengan presiden yang baru, bukan kami yang tentukan," kata Fuad Basya.

Sumber : Kompas
Read More..

Demonstrasi Kapal Selam Meriahkan HUT TNI

Gonjang-ganjing penutupan Bandar Udara Juanda, Surabaya, karena perayaan HUT TNI telah berlalu. Presiden dan pihak TNI telah memastikan aktivitas bandara tidak akan diganggu karena adanya unjuk kekuatan TNI nanti. 

Seperti apa format acara dalam HUT TNI itu? Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio menjelaskan akan ada demonstrasi unsur darat, udara, laut, dan demonstrasi pembebasan sandera saat puncak HUT TNI pada 7 Oktober 2014 mendatang. Perayaan digeser dari tanggal hari ulang tahun yang semestinya 5 Oktober karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

TNI Angkatan Laut sendiri akan mengerahkan sekitar 43 kapal perang yang akan melakukan sealing pass. Selain itu, sejumlah pesawat yang dimiliki oleh TNI AL dari berbagai jenis juga akan flying pass. Plus satu unit kapal selam ikut unjuk gigi. 

 
“Kami akan punyak momen besar, yaitu TNI AL--dalam hal ini Armada Timur--akan menjadi tuan rumah dalam gelar kekuatan TNI,” katanya seusai memimpin upacara HUT TNI AL di Dermaga Ujung Komando Armada Timur, Surabaya, Rabu, 10 September 2014.

Berikut ini rincian gelar kekuatan TNI pada 7 Oktober nanti berdasarkan data yang didapat Tempo:
Demonstrasi Unsur Darat
1. Heli Apache: 2 unit
2. Heli Serang Fenic: 1 unit
3. Heli Colibri: 1 unit
4. Heli Hughes 300: 5 unit
5. Heli BO-105: 10 unit
6. Heli Bell: 7 unit
7. Heli MI 35 P: 4 unit
8. Heli MI 17V5: 8 unit
9. Heli Bell-412: 24 unit (Statik Show)
10. C-212 Cassa: 2 unit
11. Ranri: 11 unit

Demonstrasi Unsur Laut
1. KRI Sigma Class: 3 unit
2. KRI Van Speijk Class: 4 unit
3. KRI MLRF: 3 unit
4. KRI LPD: 2 unit
5. KRI LST: 4 unit
6. KRI KCR-60: 3 unit
7. KRI KCR-40: 8 unit
8. KRI PSK: 2 unit
9. KRI PC-43: 2 unit
10. KRI Parchim: 3 unit
11. Kapal Selam: 1 unit
12. Heli Bell-142: 4 unit
13. Heli BO-105: 4 unit
14. Casa NC-212: 4 unit
15. Bonaza: 4 unit
16. CN-235: 3 unit
17. BMP-3F: 26 unit

Demonstrasi Unsur Udara
1. EC-120 B Colibri: 7 unit
2. Sa-330 Puma: 2 unit
3. NAS-332 Super Puma: 9 unit
4. G-120 TP Grob: 15 unit
5. T-34C Charlie: 9 unit
6. KT-1 BWong Bee: 10 unit
7. CN-235: 3 unit
8. CN-295: 6 unit
9. Hercules C-130: 15 unit
10. Boeing B-737: 4 unit
11. Cesna T-418: 2 unit
12. EMB-314 Tucano: 4 unit
13. Hawk 109/209: 10 unit
14. T-50i Golden Eagle: 12 unit
15. F-16 Fighting Falcon: 10 unit
16. SU 27/30 Flanker: 10 unit
17. F-5 Tiger: 3 unit
18. F-28: 3 unit

Demonstrasi Pembebasan Sandera
1. Hercules C-130: 1 unit
2. Cassa: 2 unit
3. Heli Bell: 2 unit
4. Sea Rider: 4 unit
5. Perahu Karet: 4 unit
e. Demonstrasi Bela Diri Militer
1. Tank: 2 unit
2. Truck: 53 unit


Sumber : Tempo
Read More..

Garuda Shield 2014




Soldiers from the Indonesian Armed Force's 4-11 Raider Infantry Battalion and the U.S. Army's 2nd Infantry Division ruck march through villages in Situbondo, Indonesia, during Garuda Shield, Sept. 7. Garuda Shield 2014 is a bilateral, tactical military exercise sponsored by U.S. Army Pacific Command and hosted by the Indonesian Armed Forces. 

Approximately 1,200 personnel from U.S. Army and Indonesian Armed Forces will conduct a series of training events focused on peace support operations. (Photo by U.S. Army Sgt. Brooks Fletcher, 16th Mobile Public Affairs Detachment)

Read More..