Tuesday, 30 September 2014

Empat EMB-314 Super Tucano Perkuat TNI AU

Empat unit lagi pesawat tempur intai-sergap serba guna, EMB-314 Super Tucano tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat. Mereka langsung bergabung dengan empat unit Super Tucano terdahulu di Skuadron Udara 21 Wing Udara 2.

Tidak kurang Panglima Komando Operasi Udara II, Marsekal Muda TNI Abdul Muis, menyaksikan kehadiran mereka touch down di pandas pacu pangkalan udara itu, bersama komandan pangkalan udara, Marsekal Pertama TNI Sungkono.

Super Tucano datang secara bertahap. Pada tahap pertama datang empat unit pada awal September 2012 lalu, yang saat mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma masih bernomor registrasi eksperimental tanpa slot dan pod persenjataannya.

Keempat batch perdana itu kemudian diberi nomor registrasi TT-3101, TT-3102, TT-3103, dan TT-3104. Lalu empat unit Super Tucano pada batch kedua ini diberi nomor register TT-3105, TT-1306, TT-1307 dan TT-1308. Kode TT pada awal angka bermakna tempur taktis.

Super Tucano merupakan pesawat terbang turbo prop bermesin tunggal yang diketahui sangat lincah dan cocok untuk operasi penyergapan dan pencegatan di darat, intelijen aju, patroli darat dan maritim terbatas, dan misi-misi militer lain, di antaranya pengeboman dan sabotase.

Dia didedikasikan menggantikan pesawat tempur handal battle proven OV-10F Bronco buatan Rockwell International, Amerika Serikat, yang sejak dibeli pada 1975-1976 dalam kekuatan satu skuadron penuh, belum pernah gagal menjalankan misinya.

Ada perbedaan mendasar antara Super Tucano dengan Bronco, yaitu Bronco mampu membawa kargo barang atau empat peterjun payung bersenjata lengkap, atau dua tandu untuk mengevakuasi personel yang terluka dari medan operasi.

Salah satu kesamaannya adalah sanggup lepas-landas dan mendarat dari landas pacu yang terbatas dan darurat dengan dukungan darat sekedarnya. Selain itu, sama-sama dilengkapi kanon 20 milimeter yang pas untuk straffing (berondongan peluru dari udara) terhadap sasaran bergerak dan statis di darat.

Hingga akhir 2014, diharapkan ke-16 Super Tucano yang dibeli dari Embraer SA, Brazil, telah lengkap dan bisa beroperasi penuh. 

Sumber : Antara
Read More..

Pendaratan Heli di MRLF

Helikopter jenis Bolkow dari Skuadron Udara 400 TNI AL melakukan pendaratan di geladak KRI Bung Tomo (357), di Selat Madura, Jatim, Sabtu (27/9). Keberhasilan helikopter jenis Bolkow, Bell maupun Dauphin melakukan misi terbang dan mendarat di atas kapal jenis 

Multi Role Light Fregate (MRLF) yang berlayar dengan kecepatan 10 knot itu menepis keraguan sejumlah pengamat Alutsista terkait stabilitas tiga unit kapal MRLF yang baru dibeli TNI AL untuk menambah kekuatan di Satuan Kapal Eskorta (Satkor-Armatim). 

 Sumber : Antara
Read More..

Ini Misil Canggih Terbaru TNI AU

Puncak peringatan HUT ke-69 TNI di Surabaya, Jatim, akan menjadi ajang memamerkan alutsista terbaru milik TNI. Misal, TNI Angkatan Udara akan memamerkan misil terbaru.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto, misil terbaru yang bakal diperlihatkan ke publik di Surabaya adalah senjata pertahanan udara yang dimiliki Korpaskhasau, yakni Skyshield Gun Missile 35mm MK-2. 


Ini merupakan sistem pertahanan udara titik (Short  Range Air Defence/SHORAD) yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss Oerlikon Contraves, salah satu perusahaan persenjataan Rheinmetall Jerman.

Sistem senjata Skyshield Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35mm (1,38 inchi), satu sistem sensor pengendali/radar, dan pos komando secara terpisah.

"Juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem, sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area," paparnya, Minggu (28/9/2014).

Skyshield Gun Misille memiliki amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 pecahan dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles) saat mendekat target.

"Sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10 persen," tandas Hadi.


Sumber : Sindo
Read More..

Menhan Resmikan Kapal Perang KRI Tarakan

MENTERI Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio meresmikan KRI Tarakan-905, Jumat (26/9), di Cilincing, Jakarta Utara.

KRI Tarakan akan memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL ini merupakan Kapal Perang produk dalam negeri. Kapal perang tersebut merupakan kelas Bantuan Cair Minyak (BCM) Produksi PT Dok Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Jakarta Utara.

Menhan Purnomo Yusgiantoro saat meresmikan kapal tersebut, mengatakan bahwa peresmian KRI Tarakan-905 dilakukan dalam rangka pembangunan TNI Angkatan Laut untuk menuju world class navy. Indonesia, lanjut Menhan, patut berbangga karena kapal ini dikerjakan oleh putra putri Indonesia.

“Kapal ini berfungsi dalam pembekalan logistik cair di tengah laut dalam rangka mendukung gelar operasi TNI Angkatan Laut. Saya berharap kapal ini dapat dioperasionalkan secara optimal bagi bangsa dan negara,” tegas Menhan seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut.

KRI Tarakan-905 memiliki panjang keseluruhan 122,40 m, panjang garis tegak 113,90 m, lebar 16,50 m, tinggi 9,00 m, kecepatan maksimal 18 knots, jarak jelajah 7.680 nm, kapasitas muatan cair 5.500 matrik, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 6.114 PS, berat baja 2.400 ton, dengan sistem propulsi twin screw dan fixed pitch propeller.

KRI ini mempunyai fungsi sebagai penyalur bahan bakar minyak ditengah laut atau dukungan logistik cair kepada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) lainnya. Dengan adanya kapal BCM ini menjadikan unsur kapal perang yang sedang melakukan operasi tidak perlu kembali ke pangkalan untuk pemenuhan logistik dan bahan bakar dalam melanjutkan menjaga kedaulatan NKRI dan menegakkan hukum di laut nusantara.

Selain memesan kapal berjenis BCM, TNI Angkatan Laut melalui Kemenhan RI saat ini juga sedang memesan dua unit Kapal Angkut Tank (AT) dari PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero). 

Pembuatan kapal ini sebagai tindak lanjut program Kementerian Pertahanan RI yang telah tertuang dalam Kesepakatan Bersama antara Menteri Pertahanan RI dengan Panglima TNI, dan Kepala Kepolisian Negara RI tentang “Revitalisasi Industri Pertahanan” dalam menerapkan Program MEF (Minimum Essential Force).

Penggunaan nama Tarakan sendiri diambil dari nama kota di provinsi Kalimantan Utara. Dahulu kala kota ini dikenal sebagai kota penghasil minyak dan telah menyumbangkan kontribusi yang tidak kecil sebagai penghasil minyak bumi berkualitas tinggi bagi Indonesia sejak tahun 1896.

PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari adalah salah satu industri strategis milik pemerintah yang telah mendapat kepercayaan untuk mengerjakan program pemerintah dimaksud, dan juga sebagai upaya dalam memberdayakan industri perkapalan dalam negeri untuk membangun kekuatan alutsista TNI AL.

Sumber : Jurnas
Read More..

Monday, 29 September 2014

Skyshield Gun Missile Tampil Pada HUT TNI

Senjata pertahanan udara teranyar yang dimiliki Korpaskhasau Skyshield Gun Missile 35  mm MK-2 akan ditampilkan pada peringatan HUT ke-69 TNI di Dermaga Madura Mako Armatim Surabaya pada 7 Oktober mendatang.

Skyshiel Gun Missile merupakan sistem pertahanan udara titik (Short  Range Air Defence/ SHORAD) yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss Oerlikon Contraves salah satu perusahaan persenjataan Rheinmetall Jerman.

Sistem senjata Skyshiel Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando secara terpisah, juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sehingga sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area.

Sky Gun Misille memiliki amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 pecahan dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles) saat mendekat target, sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10%.

Sumber : MPI
Read More..