Wednesday, 2 September 2015

Prajurit Yonif 321 Kostrad Latihan Mobud

Bertempat di lapangan Kartika yang berada di kawasan Pusat Pendidikan Infanteri, Cipatat Jawa Barat, Selasa (1/9), kompi latihan A Yonif 321 Kostrad berjumlah 126 pelaku dipimpin oleh Komandan Batalyon Infanteri 321/GT/1/Kostrad, Letkol Inf Rama Pratama dan Letda Inf Nalim.W,  selaku Koordinator latihan mobud, melaksanakan satu materi pelajaran selama latihan pembentukan Raider yonif 321/Galuh Taruna/Kostrad.
 
Latihan Mobud menggunakan Helly jenis Bell oleh Penerbad Sekadron Udara 21 Semarang.
Operasi mobud ini terdiri dari beberapa fase yaitu fase persiapan, fase pemuatan, fase pemindahan udara, fase pendaratan dan sasaran. Karena beberapa operasi yang dapat dilaksanakan yaitu aksi penyergapan dan pengejaran yang tentunya tidak dapat dijangkau oleh pasukan melewati darat.

Latihan mobud tersebut bertujuan untuk mengenalkan mereka tentang tehnik turun dari helly dengan perlengkapan, diantaranya repling, pasroping, free drop serta melatihkan prajurit untuk bergerak cepat, senyap dan tepat didalam pelaksanaan tugas infiltrasi ke daerah musuh. 

Karena mobud sendiri wajib dikuasai oleh seluruh prajurit raider.
Pelatih menekankan, agar dalam latihan ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, perhatikan faktor keamanan dan keselamatan

Sumber : Poskota
Read More..

TNI AU Kunjungi Pameran Dirgantara MAKS 2015

Rombongan delegasi TNI Angkatan Udara (AU) mengadakan kunjungan ke Pameran Dirgantara dan Antariksa Internasional MAKS-2015 yang digelar di bandara kota Zhukovsky, dekat Moskow. Rombongan tersebut antara lain terdiri dari Asrena Kasau Marsda Muda TNI AU Mohammad Syafii,Aslog Kasau Marsda TNI AU Mohammad Nurullah.

"Mereka sangat terkesan dengan pameran tersebut," tutur Atase Pertahanan Republik Indonesia di Moskow, Kolonel TNI AU Andi Kustoro kepada GATRAnews di Moskow, (31/8). Salah satu hal yang menarik adalah performa pesawat tempur Su-35C yang mampu melakukan supermanuver.

"Kami melihat kemampuannya untuk dapat menanjak secara vertikal, berhenti di udara sejenak hingga menampilkan teknik Kobra Pugacov," tutur Andi. Pesawat ini disebutkan mampu terbang hingga 20.000 km dengan kemampuan jelajah mencapai 4.500 km, dan mampu melacak sasaran di udara sejauh 400 km.

Selain itu, delegasi juga menyaksikan kemampuan pesawat cargo strategis IL-76 MD-90A yang dapat membawa beban sampai 60 ton sejauh 4.000 km. Ia juga dapat berfungsi sebagai pengisi bahan bakar serta sebagai pemadam kebakaran. Pesawat ini, menurut para anggota delegasi cocok untuk keperluan Indonesia.

Delegasi sempat juga menyaksikan presentasi kemampuan pesawat amfibi BE-200 yang sangat bermanfaat untuk pemadaman kebakaran. "Sudah barang tentu, anggota delegasi kami melihat-lihat kompleks serangan anti-udara sistim S-300 dan sekali lagi menyaksikan kemungkiannya jitu dalam mempertahankan lingkungan udara sesuatu negara," kata Andi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada rencana untuk membeli S-300 untuk memperkuat alutsista Indonesia. "Tentunya harus pertimbangkan harganya yang mungkin terlalu mahal untuk anggaran belanja kami," kata Andi.

Selama di Moskow delegasi juga berkunjung ke perusahaan pembuat pesawat Sukhoi dan Rosoboronexport. Di sana para anggota delegasi berbicara soal kemungkinan dan syarat pembelian SU-35C.


 "Sekembalinya ke Indonesia anggota delegasi militer kami akan melaporkan hasil kunjungan kepada pimpinan TNI AU sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan," tutur Andi.

Sumber : Gatra
Read More..

Kisah Polwan Dilatih Navy SEALs di Negeri Paman Sam

Siapa bilang kesempatan pendidikan dengan program pelatihan khusus di negeri orang, hingga dilatih satuan elite negeri Paman Sam (Amerika Serikat), hanya bisa diikuti para polisi pria yang berprestasi?
 
Briptu Christeel Racheltania Philip, membuktikan ketiadaan diskriminasi dan di mana seorang Polisi Wanita (Polwan) juga patut diperhitungkan.

Polwan cantik berusia 24 tahun ini bahkan jadi satu di antara tiga srikandi “Korps Bhayangkara” dari Sat-1 Gegana Detasemen Antiteror Brimob yang punya pengalaman berharga dilatih pasukan elite Amerika tahun lalu.

“Tidak ada diskriminasi di kesatuan, justru kami (Polwan) sangat diperhitungkan. Karena apa yang dilakukan polisi pria, kami pun bisa. Contohnya dalam hal menembak dan bisa ikut tim khusus,” tutur Christeel bercerita kepada Okezone. 

2014 silam selama 1,5 bulan, Christeel bersama kontingen Indonesia bahkan mampu mencetak sejumlah penilaian terbaik, di antara peserta dari negara lain dalam program pelatihan Crisis Response Team (CRT) di Washingtong DC.

“Pengalaman sekolah ke Amerika jadi pengalaman yang enggak bisa terlupakan. Kita bertiga (Polwan) menggeser nama polisi pria pada saat itu. Kebetulan kontingen Indonesia juga satu-satunya yang mengikutkan Polwan. Dari 28 (polisi) yang ikut, kita tiga perempuan ikut ‘nyelip’ di kontingen,” tambah Polwan berdarah Manado-Tionghoa tersebut.

“Kita di sana dilatih tidak hanya sama polisi AS saja, tapi juga tim khusus beberapa angkatan Amerika, seperti US Army, Navy SEALs dan SWAT Team. Latihannya gabung dengan beberapa negara, tapi hanya Indonesia yang ada (polisi) wanitanya. Kontingen kita jadi yang terbaik di sana,” imbuh Christeel.

Polwan yang punya hobi olahgara ekstrem Grasstrack dan terjun payung itu juga berkisah, bahwa dia dan dua Polwan dari Korps Brimob lainnya, bisa ikut pelatihan itu benar-benar berdasarkan seleksi dan penilaian yang ketat.

“Kita bisa diikutkan karena punya kemampuan menembak sesuai kriteria yang telah ditentukan. Juga dari penilaian fisik dan mental. Kriteria lainnya sudah berdinas empat tahun serta punya pengalaman dinas lainnya,” tambah dara kelahiran 16 Desember 1991 itu.

Di sisi lain, Christeel berharap di HUT Polwan ke-67 tahun ini, makin banyak Polwan dari beragam kesatuan yang juga menunjukkan prestasi nan tak kalah dari para polisi pria.
“Semoga dengan bertambahnya usia Polwan (67 tahun), para Polisi Wanita di Indonesia dapat terus berkarya di kancah internasional,” tandas Christeel.

Sumber : Okezone
Read More..

Menhan Inspeksi Satuan Pemeliharaan Pesawat Hercules TNI AU

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15 Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara TNI Angkatan Udara di Bandung dalam rangka inspeksi dan meninjau secara langsung fasilitas pemeliharaan pesawat Hercules C 130 TNI AU, Kamis (27/8).
 
Dalam kunjungan ini Menhan menegaskan bahwa pemeliharaan dan perawatan Alutsista TNI terlebih pesawat menjadi prioritas utama. 

"Saya akan inspeksi sesuai dengan perintah Bapak Presiden seluruh Alutsista terutama pesawat. Jadi beliau (Presiden) tidak mau ada lagi kecelakaan-kecelakaan. Pemeliharaan dan perawatan harus menjadi prioritas utama," jelasnya.

Untuk itu, Menhan meminta agar jajaran TNI khususnya TNI AU untuk tidak setengah-setengah dalam pemeliharaan Alutsista, kondisinya harus benar-benar dipastikan sudah bagus. "Saya sampaikan agar betul-betul teliti, tidak terlalu cepat tidak apa-apa, tetapi pasti bagus", jelasnya.

Sathar 15 merupakan satuan pemeliharaan dan perbaikan tingkat berat dibawah Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Komando Pemeliharaan Materiil TNI AU (Koharmatau) yang melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan tingkat berat terhadap pesawat C-130 Hercules.

Sathar 15 memiliki hanggar berstandar Internasional dengan perlengkapan yang sudah sesuai dengan standardisasi Keselamatan Terbang dan Kerja (Lambangja) dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alutsista, yakni pesawat jenis Hercules.

Turut mendampingi Menhan dalam peninjauan ini beberapa pejabat di jajaran Kemhan antara lain Irjen Kemhan Marsdya TNI Ismono Wijayanto, Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI M Syaugi dan Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Leonardi.  

Peninjauan ini dilaksanakan usai menghadiri kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan Kelompok Tani Medalwangi di Desa Mandalsari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung. 

Saat peninjauan ini, Menhan dan rombongan disambut oleh Dankoharmatau Marsma TNI Robert S M, Komandan Depo Pemeliharaan 10 Koharmatau Kolonel Tek Bambang Triono dan Komandan Sathar 15 Depohar 10 Koharmatau serta jajarannya.

Sumber : DMC
Read More..

Kolombia Ingin Perdalam Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kolombia untuk Indonesia H.E. Mr. Alfonso Garzon Mendez, Senin (31/8) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
 
Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama kedua negara khususnya di bidang pertahanan. Dubes Kolombia menyampaikan bahwa Pemerintah Kolombia ingin memperluas dan memperdalam kerjasama kedua negara di bidang pertahanan.

Untuk itu Dubes Kolombia dalam kesempatan tersebut  lebih lanjut menanyakan terkait kelanjutan dari usulan draft MoU tentang persetujuan kerjasama di bidang pertahanan yang telah diajukan pihak Kolombia kepada Indonesia.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Dubes Kolombia, Menhan RI menyampaikan bahwa Indonesia melalui Kemhan RI menghargai inisiatif Kolombia untuk mengadakan persetujuan kerjasama di bidang pertahanan. 

Dijelaskannya, usulan draft MoU yang telah disampaikan Kolombia tersebut saat ini masih dalam pembahasan Kemhan RI bersama dengan Kementerian Luar Negeri. 

Mengingat masih banyaknya draft usulan dari negara-negara lain yang lebih awal diajukan dan belum seluruhnya dapat ditindaklanjuti, serta masih banyaknya persetujuan yang sudah ditandatangani tetapi belum diratifikasi, maka keinginan pihak Kolombia untuk mengadakan persetujuan kerjasama pertahanan belum dapat ditindaklanjuti. 

Namun demikian, meskipun MoU tentang persetujuan kerjasama  pertahanan antara Indonesia dan Kolombia belum ditandatangani, kedua negara tetap dapat melakukan kerjasama di bidang pertahanan atas dasar niat baik melalui program atau kegiatan yang disepakati bersama.

Kerjasama bilateral di bidang pertahanan dapat tetap dilaksanakan oleh kedua negara khususnya kerjasama dalam menghadapi ancaman nyata yang dihadapi bersama ,seperti  ancaman narkoba dan kejahatan lintas negara lainnya termasuk terorisme serta kerjasama dalam penanggulangan bencana alam.

Sumber : DMC
Read More..

Azerbaizan Berharap dapat Jalin Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia

Bagi Azerbaizan, Indonesia merupakan partner kedua dalam perdagangan minyak kelapa sawit setelah Arab Saudi. 

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim (95%), Azerbaizan siap melakukan kerjasama dengan Indonesia tidak hanya terbatas pada bidang perekonomian saja tetapi juga pada bidang pertahanan.
 
Azerbaizan berharap dapat menjalin kerjasama dengan Indonesia di bidang pertahanan khususnya dalam industri pertahanan. Hal tersebut diungkapkan Dubes Azerbaizan untuk Indonesia Mr. Tamerlan Garayev saat bertemu Menhan Ryamizard Ryacudu, Jumat (28/8), di kantor Kemhan Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan Dubes Azerbaizan bahwa negaranya memiliki pusat pelatihan militer dan fasilitas pelatihan yang sangat modern dengan dilengkapi simulator penerbangan. Azerbaizan juga memiliki teknologi persenjataan yang cukup baik. 

Untuk itu pemerintahnya siap mendukung jika personel TNI akan melakukan latihan di Azerbaizan. Selain itu Azerbaizan juga siap memberikan pelatihan bagi instruktur Indonesia dan pertukaran teknologi diantara kedua negara.

Menanggapi hal tersebut, Menhan menyambut baik keinginan Azerbaizan untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia. 

Namun sebelumnya, Indonesia akan melihat beberapa hal terkait bidang kerjasama yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia. Untuk itu perlu ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hal ini. 

Sumber : DMC
Read More..