Tuesday, 25 November 2014

Lanud Tarakan Menerima Thunder Flight (Sukhoi) Guna Mengamankan Wilayah Udara Indonesia

Tepat pukul 10.36 WITA, Tiga Pesawat tempur  Sukhoi dari  Skadron 11 Hasanuddin mendarat, di Apron Bandara Juwata Tarakan, Senin (24/11). TNI Angkatan Udara menggelar operasi Garda Wibawa. Operasi ini memiliki misi untuk melakukan pengamanan di perbatasan perairan Karang Unarang blok Ambalat.
 
Komandan Lanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea "Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya TNI Angkatan Udara  menggelar Operasi Garda Wibawa 14 untuk meningkatkan pengamanan di perairan Ambalat dan wilayah udara diatasnya.  Operasi ini juga sebagai wujud pengamanan negara dalam menyikapi adanya klaim wilayah perbatasan oleh Malaysia di perairan Ambalat".

Lebih lanjut beliau mengatakan, "Kehadiran pesawat tempur Sukhoi tersebut bukan yang pertama kali namun operasi ini di lakukan setiap hari sepanjang tahun,  dengan tujuan untuk menjaga kedaulatan  wilayah NKRI serta pengamanan wilayah perbatasan laut dan udara dengan Malaysia.   

Hal ini merupakan bentuk upaya  pengamanan wilayah NKRI dari gangguan Luar maupun dari dalam negeri,  dalam situasi dan kondisi apapun TNI Angkatan Udara akan siap mengamankan setiap jengkal wilayah tanah air".

Pesawat tempur Sukhoi yang di awaki langsung oleh Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb David Johan Tamboto dengan pesawat SU-30 MK, Mayor Pnb Wanda S, Kapten Pnb Fauzi. dan Kapten Pnb Baskoro dengan pesawat SU 27MK beseta crew sebanyak 73 personil.

Sumber : TNI
Read More..

Panser Anoa Amphibious Karya Anak Bangsa

Produsen alat persenjataan asli Indonesia PT Pindad (Persero) melakukan upaya keras demi meningkatkan kemampuan produksinya. Berbagai produk dengan teknologi baru coba dikembangkan, salah satunya adalah Panser jenis Anoa Amphibious.

Produksi panser masih dalam tahap uji coba ditargetkan bisa rampung dan diluncurkan tahun depan. Masih ada beberapa tahap uji yang harus dilewati sebelum akhirnya ditetapkan laik oleh kementerian pertahanan.

Saat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkunjung ke Pindad, prototype Anoa Amphibious sempat unjuk kebolehan. Menhan pun menyambut baik pembuatan panser yang bisa berputar 360 derajat di atas permukaan air ini.

Panser ini memang dibuat agar bisa tangguh di perairan dan kokoh di daratan. Meskipun sebenarnya yang sempurna di kedua medan tersebut tidak akan pernah bisa diciptakan. Tetapi Pindad mencoba mengatasi kelemahan Anoa yang saat ini belum bisa tangguh di laut.

“Kalau mau jago di darat, panser harus ceper. Sebaliknya, kalau mau jago di laut, panser harus tinggi. Bahkan bodinya mirip perahu. Anoa termasuk panser ceper yang jago di darat,” ungkap Kepala Humas Pindad Sena Maulana.

Progress pembuatan prototype Anoa Amphibious ini sendiri masih dalam tahap uji internal yang dimaksimalkan. Uji ngambang, tes maju di air (maju, mundur, ngerem), berputar 360 derajat. Belum lagi uji ketahanan terhadap ombaknya, hingga kedalaman berapa bisa bertahan, medan apa saja yang bisa dilalui, dan lain-lain.

Dengan baling-baling yang agak besar, Anoa Amphibious memiliki kecepatan 10 knot atau 18,52 km/jam. Berat panser ini dengan disertai peralatan lengkap tanpa orang sekitar 12 ton. Harga jualnya belum keluar. Namun, jika melihat harga jual Anoa standar saja sekitar Rp12 miliar/unit.

“Anoa Amphibious lebih dari itu. Karena spesifikasinya juga lebih. Apalagi beberapa komponen masih didatangkan dari luar seperti mesin dan baling-baling,” terangnya.

Meskipun beberapa komponen masih didatangkan dari luar negeri, kita patut berbangga pada industri pertahanan dalam negeri yang terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya.


Sumber : Sindo
Read More..

Dirjen Renhan Kemhan Kunjungi Lanud Sultan Hasanuddin

Direktur Jenderal (Dirjen) Renhan Kemhan RI, Marsda TNI M. Syaugi S.Sos. M.M,  kunjungan kerja ke  Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kedatangannya disambut langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Dody Trisunu di ruang Rapat Lanud Sultan Hasanuddin. Hadir pada kesempatan tersebut para Kepala Dinas, Komandan satuan serta para pejabat staf Lanud Sultan Hasanuddin.

Dalam kunjungannya yang berlangsung sehari itu, Dirjen Renhan didampingi Pejabat Kemhan diantaranya Brigjen TNI Agus Rianto dan Kolonel Adm Latif. 

Pada saat yang bersamaan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin memaparkan tentang kondisi sarana, prasarana dan fasilitas yang ada dan selama ini.

Kondisi alutsista TNI AU yang ada di Lanud Sultan Hasanuddin serta permasalahan-permasalah menonjol yang saat ini membutuhkan perhatian. 

Pada kesempatan yang sama Dirjen Renhan juga menyampaikan maksud kunjungan ke Lanud Sultan Hasanuddin untuk melihat secara langsung dari dekat seluruh fasilitas dan alut
sista yang berada di Lanud Sultan Hasanuddin.


Usai memberikan pengarahan, Dirjen Renhan beserta Tim Kemhan didampingi Komandan Lanud Sultan Hasanuddin meninjau beberapa fasilitas dan sarana di Lanud Sultan Hasanuddin khususnya di Skadron Teknik 044 yang merupakan bengkel pemeliharaan  pesawat tingkat 

sedang, Sakdron Udara 5 Wing 5 sebagai home base pesawat Boeing 737 Intai Strategis dan CN-235 MPA, serta Skadron Udara 11 Wing 5 sebagai home base pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 dan SU-27 SKM.

a.n Komandan Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin
Ps.Kepala Penerangan
Mayor Sus Moh. Agus Salim


Sumber : Poskota
Read More..

Buru Pencuri Ikan, TNI Minta 350 Ribu Kiloliter BBM ke Jokowi

Presiden Joko Widodo tiba-tiba menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Menteri Koodinator Politik Hukum dan HAM Tedjo Edhy di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 24 November 2014.

Mereka membahas tentang masalah keamanan maritim. Menurut Moeldoko, Jokowi minta dalam menangani masalah keamanan laut ini harus ada integrasi antar kementerian. 

"Operasi ini harus dilakukan secara integrasi. (Jika tidak) nanti tidak efektif," kata Moeldoko usai menggelar rapat.

Bahkan, kata dia, TNI sudah mengajukan kebutuihan bahan bakar minyak yang mereka butuhkan untuk mengoperasikan kapal agar bisa terus berpatroli mengamankan laut.

"Pasti ada tambahan, kita ajukan tadi berapa kebutuhan riil di lapangan sudah kita sampaikan," kata Moeldoko.

Menurut dia, untuk mengoperasikan 159 kapal TNI untuk menyisir dan mengejar para pencuri ikan, dibutuhkan 350 ribu kiloliter bahan bakar per bulan. 

Sementara itu, menurut Tedjo, dalam pertemuan dengan Jokowi itu dibahas mengenai keamanan laut agar segera dilakukan koordinasi di semua sektor.

"Anggaran kita sudah ada untuk operasional. Bagaimana kita terkoordinasi, jangan sektoral. Jika ada yang punya data, berikan datanya," lanjutnya.

Data-data itu, kata Tedjo diperlukan karena tidak mungkin kapal TNI digunakan untuk memagari lautan yang begitu luas. Sehingga diperlukan kerjasama dengan semua sektor.
 
Sumber : Viva
Read More..

10 Kapal Pencuri Ikan Bakal Dirudal

Ancaman pemerintah untuk menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, bukan sekedar gertak sambal. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, saat ini Indonesia sudah menangkap 10 kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. 

"Nanti akan kita tembak pakai rudal, ini sedang diproses," ujarnya usai rapat di Kantor Presiden tadi malam (25/11). Menurut Tedjo, dari 10 kapal tersebut, 6 diantaranya ditangkap oleh petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) dan 4 lainnya ditangkap oleh TNI Angkatan Laut. 

"Dulu (saat menjadi Kepala Staf Angkatan Laut) saya juga pernah menenggelamkan kapal. Itu kapal kayu kalau ditembak, setengah hari baru bisa tenggelam," katanya. Sebagaimana diketahui, pada 19 November lalu, tim patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 6 kapal ikan ilegal di Laut Natuna, Kepulauan Riau, dan berhasil menahan 61 orang anak buah kapal (ABK) asal Thailand. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menginstrukan agar kapal -kapal tersebut ditenggelamkan, untuk memberikan shock therapy dan efek jera kepada para pencuri ikan di perairan Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo mengatakan, Indonesia memiliki payung hukum yang kuat untuk menenggelamkan kapal-kapal asing ilegal pencuri ikan. 

"Undang -undang kita mengatur hal itu," katanya. Payung hukum yang dimaksud Indroyono adalah Pasal 69 UU No 45/2009 tentang Perikanan. Ayat 1 pasal tersebut "berbunyi :"Kapal Pengawas Perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

" Lalu, Ayat 4 berbunyi : "Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat 1, penyidik dan atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembayaran dan atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

" Menurut Indroyono, berdasar penyelidikan, kapal-kapal yang tertangkap tersebut berbendera Indonesia, namun palsu. Karena itu, pemerintah bisa langsung mengambil tindakan tegas. 

" Kalau nunggu proses pengadilan lama," ucapnya. Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang tadi malam ikut rapat mengatakan, pasukan TNI siap menjalankan instruksi presiden untuk menenggelamkan kapal. 

"Patroli pengamanan laut juga akan kita tingkatkan untuk mencegah masuknya kapal-kapal asing pencuri ikan," ujarnya. Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Marsetio mengatakan, penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan sebenarnya sudah pernah dilakukan tahun ini saat dirinya masih menjabat sebagai asisten operasi panglima armada timur. 

"Itu efektif untuk membuat jera," ujarnya. Meskipun, lanjut dia, penenggelaman kapal tersebut diprotes oleh duta besar negara bersangkutan. Tapi, sebelumnya aparat keamanan sudah mengamankan seluruh ABK dan berkoordinasi dengan kedutaan untuk memulangkan mereka. "Jadi, orangnya kita lepas, kapalnya saja yang ditenggelamkan," jelasnya.

Sumber : JPNN
Read More..