Thursday, 29 January 2015

Turki Antusias Lakukan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Indonesia

Pemerintah Turki merasa sangat antusias lakukan kerjasama di bidang industri pertahanan khususnya pengembangan dan produksi bersama Medium Tank dengan Pemerintah Indonesia. Kerjasama pembuatan Medium Tank tersebut sebagai tindak lanjut dari bentuk komitmen pimpinan negara untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang dinyatakan dalam Deklarasi Strategic Partnership oleh Presiden kedua negara pada tahun 2010 yang lalu.

Apresiasi antusiasme Pemerintah Turki tersebut disampaikan Bapak Wardana selaku Duta Besar RI di Ankara, Turki, kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Ediwan Prabowo, Rabu (28/01) saat berkunjung ke Kantor Kemhan, Jakarta. 

Bapak Wardana mengatakan dirinya juga telah bertemu dengan Pejabat Undersecretary For Defence Industry of SSM Turki dan pimpinan perusahaan dari Industri pertahanan FNSS Turki. Menurut Bapak Wardana pihak Turki menyatakan semangatnya untuk bisa bekerjasama yang dilandasi dengan ikatan emosional dengan Pemerintah Indonesia.

Bapak Wardana mengatakan industri pertahanan Turki memiliki teknologi cukup maju sesuai dengan standar NATO. Disamping itu pihak Turki juga lebih terbuka dan menerima dalam konteks kerjasama pemindahan teknologi (Transfer Of Technology) dengan Indonesia. hal tersebut merupakan suatu potensi dan peluang untuk Indonesia. 

Disampaikan juga oleh Bapak Wardana, untuk merealisasikan kerjasama industri pertahanan, Delegasi Turki yang terdiri dari pemerintah dan CEO industri Pertahanan FNSS direncanakan datang ke Indonesia pada tanggal 3 Februari 2015. 

Maksud kedatangan Delegasi Turki ini selain membicarakan kelanjutan dari proyek pembangunan Medium Tank dan juga membahas potensi-potensi kerjasama industri pertahanan lainnya.

Sementara itu Sekjen Kemhan dalam pertemuan tersebut mengatakan, dari perspektif pertahanan, Turki juga merupakan mitra yang sangat strategis yang mana sejauh ini sudah semakin terpupuk hubungan batin. Jadi memang ada harapan kerjasama ini bisa saling menguntungkan kedua belah pihak. Sekjen mengakui Indonesia belajar banyak dengan Turki tentang kemajuan teknologi dan penyiapan sektor SDM yang mendukung.

Sekjen juga mengatakan bahwa saat ini kerjasama industri pertahanan yang telah dilaksanakan dengan pihak Turki adalah pengadaan alat komunikasi yang diproduksi bersama PT LEN dengan industri Aselsan Turki.  

Mengenai kerjasama yang lain adalah pengembangan dan produksi bersama Tank jenis Medium antara Indonesia dengan Turki yang melibatkan Industri FNSS Turki dan PT Pindad. Kerjasama ini telah dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki.

Sementara itu Sekjen juga menuturkan, sesuai dengan arahan dari Menteri Pertahanan bahwa kerjasama ataupun pengadaan dibidang pertahanan saat ini harus realistis, terutama yang bisa mengatasi ancaman yang ada. Untuk itu Kemhan sedang mengembangkan suatu kerjasama pertahanan dengan negara lain yang bersifat multi purpose.

Artinya kerjasama yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan militer melainkan dapat juga digunakan untuk kepentingan bantuan kemanusiaan, seperti penanganan bencana dan operasi kemanusiaan lainnya. 

Disebutkan Sekjen salah satu contoh adanya pengadaan Tank yang bisa digunakan sebagai jembatan untuk keperluan militer ataupun bantuan kemanusiaan. Jenis Tank ini sudah diproduksi Turki dengan bekerjasama dengan pihak Korea Selatan.

Sumber : DMC
Read More..

100 Hari Jokowi, Pengamat: Bidang Pertahanan Bagus

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai seratus hari kerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada bidang pertahanan berjalan bagus. Sebab, dari sisi industri pertahanan, Jokowi punya komitmen membangun kemampuan produksi alat utama sistem persenjataan.
"Sebagai bukti, PT Pindad disuntik dana Rp 700 miliar untuk modal," kata Muradi ketika dihubungi Tempo, Rabu, 28 Januari 2015. Di sisi lain, Jokowi juga berjanji akan memberikan suntikan modal kepada perusahaan pelat merah yang memproduksi alat-alat pertahanan. 

 
Sedangkan di sisi perkembangan pertahanan maritim, Muradi menilai saat ini baru sebatas rencana. Musababnya, alokasi anggaran untuk misi pertahanan poros maritim dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 sangat minim. Walhasil, Jokowi tak bisa melakukan banyak pembelian kapal perang baru atau alutsista lain.

"Paling tidak masih bisa untuk membeli alat penunjang alutsista seperti rudal untuk kapal perang," kata Muradi. "Jadi untuk pertahanan maritim tetap on the track." 

 
Rencana penambahan Armada Tengah di TNI Angkatan Laut patut dinantikan. Sebab, Muradi menilai penambahan Armada Tengah akan membantu pengawasan wilayah laut Indonesia yang selama ini baru dibagi menjadi dua, yakni Armada Barat dan Armada Timur.

Dari sisi luar negeri, Muradi melanjutkan, wibawa pertahanan Indonesia cukup dapat sorotan di mata negara tetangga saat pemerintah menenggelamkan kapal pencuri ikan. Menurut Muradi, meski kapal ikan yang ditenggelamkan berukuran kecil, efek gentarnya cukup diperhitungkan negara tetangga.


Sumber : Tempo
Read More..

Kisah istimewanya anjing penjaga pesawat tempur TNI AU

Di tengah perkembangan teknologi radar yang kian canggih, TNI Angkatan Udara (AU) masih membutuhkan anjing untuk menjaga

Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto memiliki belasan anjing yang tergabung dalam Satuan Hewan (Satwan) Anjing di bawah Komando Satuan Polisi Militer TNI AU (Satpom AU).

Hewan hewan cerdas tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga peralatan tempur. Seperti yang disampaikan oleh Letda POM Sitanggang di Markas, Rabu (28/1) bahwa Lanud Adisutjipto ini memiliki 18 ekor anjing. Jika dibandingkan, jumlah itu lebih dari satu regu pasukan TNI.

"Meski hanya 18 ekor, Mereka itu butuh banyak perawatan. Sementara, Lanud Adisutjipto baru memiliki 16 pawang. Dengan demikian ada dua ekor yang dirawat oleh pawang secara bergantian. Padahal tiap pawang biasanya secara khusus membawa satu ekor," kata Letda Sitanggang.

Brigadir Anjing Lanud Adisutjipto ini memiliki 4 ekor anjing jenis Belgian malinois, 3 ekor herder, 3 ekor doberman, dan 8 ekor rottweller.

Di markas tersebut, anjing memiliki kandang yang cukup istimewa. Satu kamar berukuran sekitar 3 x 2,5 meter dihuni satu ekor. Selain kandang, ada tempat khusus menyimpan makan serta kamar mandi.

Sedangkan di luar kandang, anjing dimanjakan dengan berbagai arena latihan untuk melatih kecerdikan dan ketangkasan. Jika kesehatan terganggu, Anjing ditempatkan khusus di ruang karantina yang letaknya berjauhan dengan kandang harian tapi masih dalam area markas. Termasuk juga spesialis dokter hewan yang setiap minggunya akan berkunjung ke tempat markas anjing tersebut.

"Soal makanan, anjing-anjing ini diterapkan Diet yang sangat ketat, karena mereka tidak boleh kurus dan tidak boleh gemuk agar bisa melaksanakan tugas dengan baik," kata Sitanggang di kantornya.

Satu ekor anjing bisa menghabiskan puluhan ribu rupiah per hari. Makanan anjing-anjing penjaga pesawat itu meliputi susu, daging cincang dan kaldu tanpa garam yang diberikan dua kali sehari.

Agar kebal terhadap berbagai penyakit, kawanan anjing juga diberi enam jenis vaksin setahun sekali, seperti parvo, distemper, parainfluenza, hepatatis cav 2, leptospirosis dan rabies.

"Karena sangat pentingnya ini anjing-anjing yang merupakan bagian yang utuh dengan keberadaan pesawat," katanya.


Sumber : Merdeka
Read More..

Wednesday, 28 January 2015

Kode Warna Pada Amunisi

Pemberian warna pada amunisi yang terdapat pada body bom maupun roket, merupakan sistem kode warna untuk mengidentifikasi amunisi, demikian dikatakan Kasubsisen Dislog, Lanud Iswahjudi Kapten Tek Panggar Besi, pada briefing pagi di ruang Tedy Kustari, Rabu (28/1/15). 

Lebih lanjut Kapten Tek Panggar Besi, menjelaskan bahwa pemberian kode warna pada amunisi bom dan roket, sangat berguna untuk membedakan fungsi dan kegunaannya. 


Sedangkan simbul warna yang digunakan diantaranya warna hitam, biru, kuning, coklat, merah dan putih, yang terletak pada body kesemuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda seperti daya hancur dan kandungan yang terdapat pada bom atau roket tersebut. 

Menanggapi hal tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T, M.D.S., mengatakan dengan paparan tentang kode warna pada amunisi tersebut, dapat memberikan kita sedikit pengetahuan tentang karakteristik yang ada pada amunisi senjata udara yang menjadi salah satu pendukung kekuatan tempur bagi pesawat kita. 

Selain itu, Komandan Lanud Iswahjudi juga menekankan kepada para petugas dan pemegang senjata agar ditinjau kembali aturan dasar penggunaan senjata dan amunisi, diharapkan 

personel yang mengawaki tahu betul aturan dan managemen penggunaan senjata dan amunisi, sehingga senjata beserta amunisi yang menjadi tanggung jawabnya dapat terpelihara dan terjaga dengan baik dan terjamin keamanannya. 

Briefing pagi tersebut diikuti oleh seluruh pejabat dan penerbang Lanud Iswahjudi, diruang Tedy Kustari, sebelum pelaksanaan operasi dan latihan penerbangan di Lanud Iswahjudi. 

Sumber : TNIAU
Read More..

Letkol Pnb Arif Adi Nugroho Raih 2000 Jam Terbang

Pencapaian 2000 jam terbang merupakan wujud dedikasi dan profesionalisme bagi seorang “Air Man”, seperti halnya prestasi yang ditorehkan salah satu penerbang tempur pesawat 

F-5 Tiger Skadron Udara 14, Letkol Pnb Arif Adi Nugroho, yang sekaligus Komandan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, berkat kerja keras dan disiplin yang tinggi telah berhasil mencapai 2000 jam terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-5 Tiger, Rabu (28/1/15).

Torehan prestasi 2000 jam terbang ditandai dengan penyematan badge 2000 jam terbang oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T, M.D.S., kepada Letkol Pnb Arif Adi Nugroho, disaksikan oleh Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Widyargo Ekaputra, S.E., serta seganap pejabat Lanud Iswahjudi.

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T, M.D.S., mengucapkan selamat atas tercapainya prestasi 2000 jam terbang Komandan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Arif “Linx” Adi Nugroho. 

Tercapainya 2000 jam terbang ini merupakan prestasi yang sangat tinggi karena tidak semua penerbang bisa mencapai 2000 jam terbang, semua ini tercapai berkat kerja keras, latihan yang rutin dan disiplin yang tinggi sehingga tercapai yang diinginkan, ungkap Danlanud Iswahjudi.

Komandan Skadron Udara 14, Letkol Pnb Arif “Linx” Adi Nugroho, adalah Alumni AAU 1997 dan Sekbang Angkatan 58, dan merupakan orang ke 8 dari 100 orang penerbang di Skadron Udara 14 yang bisa mencapai 2000 jam terbang dengan pesawat tempur F-5 Tiger.

Sumber : TNIAU
Read More..