Friday, 27 February 2015

Menperin Tantang Pindad Produksi Alat Berat

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menantang BUMN PT Pindad (Persero) yang selama ini memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), membuat alat berat. Selama ini alat berat mencakup antara lain excavator, forklift, crane, wheel loader, bulldozer, dump truck, dan lainnya.

Ia beralasan industri pertahanan seperti PT Pindad seharusnya bisa berkembang lebih jauh. Ia mengatakan PT Pindad, memiliki kemampuan ganda yaitu manufaktur produk hankam dan manufaktur industri.

"Pindad punya teknologi dan peralatan produksi. Jika bisa produksi alat berat maka akan ada peralihan pembelian dari pihak luar ke Pindad sebagai industri dalam negeri," kata Saleh Husin saat berkunjung ke PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/2/2015).

Menurutnya, tantangan ini bisa jadi peluang bagi Pindad. Saleh mengusulkan Pindad bisa bekerja sama dengan mitra luar negeri dalam produksi alat berat dan kemudian meningkatkan porsi produksi yang lebih besar.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago berharap Pindad bisa memproduksi generator dan produk industri lainnya.

"Jika Pindad bisa bikin bagian dari pembangkit seperti turbin atau boiler untuk kapasitas 5-10 MW, maka ini bisa jadi kesempatan emas," ujarnya.


Sumber : Detik
Read More..

Selain Bikin Panser Badak, Pindad Juga Produksi Amunisi Kaliber Besar

PT Pindad (Persero), BUMN persenjataan, punya salah satu produk andalan yaitu kendaraan tempur berupa panser yang diberi nama Badak. Tidak hanya itu, Pindad juga memproduksi amunisi berkaliber besar.

Demikian dikemukakan Direktur Utama Pindad Silmy Karim di kantornya, Bandung, Jumat (27/2/2015).

"Jadi selain produk panser Badak, kita perlihatkan juga kalau kita punya amunisi kaliber besar. Bahwa di situ, Indonesia mampu memproduksi amunisi kaliber besar ukuran 105 yang sudah disertifikasi," kata Silmy.

Silmy menambahkan, saat ini pihaknya juga akan lebih mendorong proses sertifikasi kaliber ukuran 76, 90, 20, dan 40. "Kita dorong tahun ini bisa jadi bagian dari pengadaan alutsista (alat utama sistem pertahanan) dalam negeri," ucapnya.

Selain itu, lanjut Silmy, pihaknya juga akan lebih giat produksi untuk semua jenis alutsista baik untuk di darat atau di laut.

"Pasarnya lokal, tapi mitra strategis kita akan mengekspor di regional maupun Timur Tengah. Kami juga perlu dukungan dari pengguna dan Menteri Pertahanan agar mensosialisasikan sehingga timbul kepercayaan diri pengguna untuk menggunakan produk dalam negeri," jelasnya.

Tahun ini, demikian Silmy, Pindad memperoleh 'suntikan' Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 700 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 300 miliar digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi, Rp 300 miliar untuk modernisasi, dan Rp 100 miliar untuk kerja sama dengan mitra strategis dari luar negeri.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian, mengimbau kepada instansi-instansi pemerintahan dan BUMN agar memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

"Saya selaku Menteri Perindustrian mengimbau instansi yang ada di Tanah Air, termasuk BUMN, untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri terutama yang sudah dihasilkan oleh bangsa kita. Seperti panser Badak," ujar Saleh.

Panser tersebut, lanjut Saleh, bisa saja dimanfaatkan oleh instansi terkait di dalam negeri. "Nanti kita berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, termasuk TNI dan Polri. Kalau perlu kita bawa ke sidang kabinet," katanya.



Sumber : Detik
Read More..

Dua Kapal Perang Iran Merapat di Tanjung Priok

Dua Kapal Perang Angkatan Laut Iran yakni IRIS Bandar Abbas-421 dan IRIS Naghdi-82 merapat di Dermaga Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (27/2).
Kedatangan kedua kapal perang dalam rangka kunjungan kehormatan ini disambut Asisten Intelijen (Asintel) Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) III Kolonel Laut (T) Wisnu Sumarto, ST.

Kedua Kapal Perang Iran tersebut, dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kolonel MR Ahmadi Kermanshashi beserta Komandan IRIS Bandar Abbas-421 Mayor Mohsen Razzaghi Delarestaghi dan Komandan IRIS Naghdi-82 Mayor Mehrab Tamaddon.


"Kunjungan Kapal Perang Angkatan Laut Iran bertujuan untuk lebih mempererat hubungan persahabatan antara TNI Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Iran yang sudah terjalin dengan baik selama ini," tulis siaran pers Dispen Lantamal III yang diterima di Jakarta, hari ini.
IRIS Bandar Abbas-421 merupakan kapal perang kelas/type AEO – Fast Combat Support Ship, memiliki panjang 108 meter, lebar 16,6 meter dan draft 4,6 meter, sedangkan RIS Naghdi-82 merupakan kapal perang kelas/ type Corvette, memiliki panjang 82 meter, lebar 10,2 meter dan draft 3,1 meter, dijadwalkan berada di Jakarta hingga tanggal 3 Maret 2015.

Selama di Indonesia Komandan IRIS Bandar Abbas-421 serta Komandan IRIS Naghdi-82 akan mengadakan kunjungan resmi kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Taufiqurohman., serta Walikota Jakarta Utara.

Selain itu, juga akan dilaksanakan kegiatan olahraga persahabatan (friendly game) dengan prajurit Lantamal III Jakarta, menerima kunjungan kehormatan dari pejabat TNI Angkatan Laut.


Sumber : Jakarta
Read More..

Kastaf TNI AL: Masyarakat Harus Tahu Persenjataan Milik TNI

Kepala Staf  (Kastaf) TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi mengajak media untuk memperkenalkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia.
 
"Biarkan masyarakat tahu, apa saja yang kami punyai untuk melindungi negara," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi setelah latihan menembak di Mabes AL, Jakarta, Jumat (27/2).
 
Ia menjelaskan masyarakat berhak tahu, bahwa wajib pajak kepada negara, salah satunya digunakan untuk operasioanal persenjataan tentara nasional Indonesia.
 
Dalam penjelasan tersebut, ia juga berterimakasih kepada seluruh media dan jurnalis yang telah membantu TNI AL menyebarkan informasi penting.
 
"Berbagai bentuk operasi dan misi TNI AL banyak dipublikasikan pers nasional yang tanpa kenal lelah dan jemu membantu kami. Jika tidak ada teman-teman jurnalis maka kami tidak akan bisa seperti ini dalam melaksanakan tugas," katanya.
 
Hari ini pihaknya menyelenggarakan kejuaraan menembak bagi jurnalis, yang difasilitasi Dinas Penerangan TNI AL, di Lapangan Tembak Antares, Markas Besar TNI AL. 84 jurnalis turut serta dalam kejuaraan menembak memakai pistol jarak 25 meter itu.
 
Jurnalis diperkenalkan dengan pistol genggam jenis Sig Sauer P226 buatan Amerika dalam lomba menembak tersebut. Melalui pengenalan dasar ini awak media diajak mengetahui beberapa kegiatan di Mabes AL, salah satunya latihan rutin menembak bagi prajurit.
 
Beberapa pejabat inti Markas Besar TNI AL hadir dalam acara ini, di antaranya Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya Didit Herdiawan, dan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir.
 
TNI AL, kata dia, banyak terbantu oleh kehadiran pers nasional. "Contohnya saat operasi SAR gabungan AirAsia QZ8501 yang berlangsung hampir dua bulan itu. Teman-teman jurnalis bekerja sama kerasnya dengan personel kami dalam ranah masing-masing," katanya.
 
Dia menggambarkan, tinggi gelombang di Selat Malaka saat itu cukup lumayan dan bisa membuat orang mabuk laut. "Namun teman-teman jurnalis terbukti tangguh dan tetap tinggi dedikasinya. Terima kasih," katanya.
 
Berkat kehadiran pers nasional, kata dia, bentuk pertanggungjawaban TNI AL dalam mengawaki arsenal dan peralatan perang untuk misi damai dan kemanusiaan atau misi lain bisa diwujudkan.
 
"Rakyat telah membeli peralatan ini dan kami mengawakinya. Ini bentuk pertanggungjawaban kami," katanya.
 
Untuk meningkatkan kualitas hubungan antara TNI AL dengan jurnalis, katanya, akan terus diselenggarakan acara serupa secara periodik. Acara-acara itu akan dikemas sedemikian rupa dengan tujuan tambahan semakin mengenalkan bentuk-bentuk misi dan tugas pokok TNI AL kepada jurnalis.
 
Sumber : Harianterbit
Read More..

Saat Tatang 'Sniper' Muda, Berkamuflase Menenteng Senjata dan Berbahaya

Tatang Koswara menunjukkan foto-foto saat bertempur di Timor Leste 38 tahun silam. Saat itu, dia masih muda, tampil dengan seragam berkamuflase sambil menenteng senjata dan tentu saja, berbahaya.

Kepada detikcom di kediamannya, Kamis (26/2/2015), pria kelahiran Medan 12 Desember 1946 itu mengenang pertempuran melawan Fretilin. Dia menceritakan bagaimana perjuangannya untuk menembak musuh dengan berperan sebagai penembak jitu.

Tak lama kemudian, dia menunjukkan sebuah flash disk yang berisi kenangan perang, namun sempat disembunyikan selama 25 tahun belakangan. Isinya, sejumlah foto-foto ketika dia masih muda, bersenjata laras panjang dan berbahaya.

Berikut sebagian foto-foto tersebut:


Berbaju Kamuflase 



Tatang bercerita soal atribut yang melekatnya di tengah pertempuran. Tatang berbalut pakaian ghillie suit atau busana kamuflase guna mengelabui lawan dan tidak terlihat musuh.

Ada dua foto saat Tatang berbaju kamuflase. Pertama, ketika dia melihat ke kamera sambil menunjukkan wajahnya. Foto yang kedua, dia sedang berjalan dengan membelakangi kamera.

"Bajunya buatan Amerika. Jadi bisa menyamar menyerupai alang-alang, rumput, dan tumbuhan," tutur Tatang.
 

 Mengendap Bersama Rekan


Legenda sniper dunia ini juga menunjukkan foto ketika dia sedang mengendap di perbukitan Timor Leste. Saat itu, Tatang tampak sedang berjalan menunduk di bagian depan. Sementara rekannya di belakang.

Keduanya tampak siaga mengantisipasi serangan musuh.

"Ada foto saya ketika mengendap di suatu perbukitan daerah Remexio (Timor Timur). Di belakang saya itu ada personel Batalion 410," ucap Tatang.


Nama Tatang masuk urutan ke-14 sniper hebat versi buku 'Sniper Training, Techniques and Weapon' yang ditulis Peter Brookersmith (2000). Menurut Tatang, dia pernah bertugas di darat dan di udara.

Salah satu foto menunjukkan Tatang sedang berada di helikopter sambil menenteng senjata. Di belakangnya, terlihat seorang rekannya.

"Nah, kalau ini foto di helikopter. Saya pernah operasi udara," ujarnya

 Bergerilya di Pegunungan


Satu foto lainnya memperlihatkan Tatang sedang berjalan di antara sungai di sebuah pegunungan. Dia selalu membawa senjata kesayangannya untuk menembak jitu.

Senjata yang kerap digunakannya adalah Winchester model 70.


Sumber : Detik
Read More..

Kemhan Akan Kirim Personel Untuk Dalami Manajemen Dan Teknis Pertahanan Siber di NPS. Monterey, AS

Indonesia dan Amerika Serikat melakukan kerjasama dalam bidang peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertahanan siber. 

Kerjasama ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar untuk yang kedua kalinya, “Cyber Defence Seminar Phase II” yang telah dilaksanakan selama empat hari sejak tanggal 23 Februari 2015.
 
Dirjen Pothan Kemhan Dr. Timbul Siahaan mengatakan kerjasama di bidang pertahanan siber antara Indonesia dengan Amerika Serikat tidak berhenti disini. “Langkah berikutnya adalah Kemhan akan mengirimkan personel untuk mengikuti pendalaman di bidang manajemen dan teknis pertahanan siber di NPS. 

Monterey pada medio Mei 2015” ungkap Dirjen Pothan Kemhan dalam sambutan tetulisnya yang dibacakan oleh Direktur Komponen Pendukung Ditjen Pothan Kemhan drs. Maman Tarmana, M.M. saat menutup seminar “Cyber Defence Seminar Phase II”, Kamis (26/2) di kantor Kemhan, Jakarta.

Selain itu, Dirjen Pothan Kemhan menambahkan kegiatan seminar kedua yang diselenggarakan atas kerjasama antara Ditjen Pothan Kemhan dengan Office of Defence Cooperation, Embassy of the United States ini juga akan dilanjutkan dengan Seminar Phase III pada bulan Agustus 2015 mendatang berupa latihan dan simulasi yang lebih implementatif.

Dengan berakhirnya seminar kedua  ini, Dirjen Pothan Kemhan lebih lanjut berharap agar dapat menjadi awal kesatuan gerakan nasional bagi peningkatan kesadaran akan pertahanan siber, serta kesamaan langkah untuk bersama-sama melakukan upaya yang terbaik bagi peningkatan pertahanan siber di Indonesia.

Kegiatan seminar ini dapat dilanjutkan dengan diskusi maupun kegiatan informal lainnya dalam upaya meningkatkan kemampuan keahlian umum tentang strategi implementasi National Cyber Defence, yang tentunya selalu akan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi.

“Seminar ini merupakan salah satu wadah yang sangat strategis dalam melandasi pembangunan kebijakan pertahanan negara dalam mewujudkan sistem pertahanan siber yang kokoh guna menangkal dan menanggulangi segala ancaman siber”, jelasnya.

Cyber Defence Seminar Phase II ini diikuti perserta dari dari Kemhan, Mabes TNI dan Angkatan serta instansi terkait lainnya. Selama empat hari, para peserta seminar telah dibekali banyak pengetahuan berharga tentang cyber security, cyber conflict, cyber warfare, norma-norma dalam cyberspace, ancaman siber dan indikator ancaman siber serta pembelajaran dalam penanggulangan ancaman siber.

Selain mengikuti penjelasan dari para instruktur dari Naval Postgraduate School, para peserta juga mengikuti ALCPT tes dan questioner tentang Cyber Security sebagai dasar untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

Personel-personel yang telah mengikuti pelatihan secara bertingkat dan berlanjut ini diharapkan menjadi embrio dari personel-personel pengawak organisasi Pusat Pertahanan Siber, yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian regulasi kelembagaannya.

Sumber : DMC
Read More..